TEMBILAHAN – Hari pertama operasional Pasar Subuh sebagai Tempat Penampungan Sementara (TPS) bagi ratusan pedagang eks Pasar Rakyat atau Pasar Terapung Tembilahan langsung mencatatkan tren positif. Lapangan Gadjah Mada (belakang Kantor PU Tembilahan) yang kini disulap menjadi pusat perbelanjaan sementara, langsung diserbu ribuan masyarakat sejak Sabtu (16/5/2026) dini hari.
Pantauan di lapangan menunjukkan geliat denyut nadi perekonomian masyarakat sudah mulai memadat sejak tengah malam hingga menjelang subuh. Para pedagang tampak sibuk menata komoditas dagangannya di bawah payung lapak, sementara gelombang pembeli silih berganti berdatangan memanfaatkan suasana pasar baru yang dinilai jauh lebih representatif.
Langkah taktis Pemerintah Kabupaten Indragiri Hilir (Pemkab Inhil) memindahkan pedagang ke area komunal ini mendapat respons jempolan dari publik. Selain areanya yang dirasa lebih lapang dan higienis, tata letak zonasi lapak dianggap lebih rapi serta ramah akses bagi para pejalan kaki maupun kendaraan bermotor.
Pembeli dan Pedagang Puji Fasilitas Baru
Salah seorang warga Tembilahan, Aminah, mengungkapkan rasa nyamannya saat berbelanja kebutuhan dapur di lokasi TPS baru tersebut. Menurutnya, manajemen penataan pasar transisi ini jauh lebih teratur dibanding kondisi pasar sebelumnya.
“Tempatnya lebih luas, bersih, dan rapi, jadi sebagai pembeli kami merasa lebih nyaman. Cuma karena ini masih hari pertama, saya agak sedikit berputar-putar mencari posisi lapak pedagang yang biasanya jadi langganan saya,” tutur Aminah sambil tersenyum maklum.
Kondisi tersebut dinilai wajar oleh para pengunjung mengingat ratusan pedagang juga masih berada dalam fase adaptasi tata letak nomor lapak masing-masing.
Sentimen positif serupa dilontarkan oleh Fandi, salah seorang pedagang sayur-mayur. Ia mengacungkan jempol kepada gerak cepat pemerintah daerah yang tidak menelantarkan nasib pedagang selama proyek pembongkaran dan pembangunan pasar permanen di Jalan Yos Sudarso berjalan.
“Alhamdulillah, tempat yang disediakan ini nyaman dan bersih. Pembeli sudah ramai menyerbu sejak tadi malam. Memang saat ini kami masih tahap penyesuaian tempat, jadi kami juga sibuk mengabari para pelanggan lama lewat telepon atau WhatsApp mengenai posisi lapak kami yang baru,” terang Fandi.
Fasilitas Penunjang Berjalan Optimal
Tingginya antusiasme masyarakat di hari perdana ini menjadi sinyal kuat bahwa keputusan relokasi ke TPS Lapangan Gadjah Mada adalah solusi jitu. Hubungan timbal balik antara pedagang dan konsumen tetap terjaga stabil tanpa harus mengorbankan jalannya mega proyek infrastruktur pasar modern daerah.
Sebelumnya, Pemkab Inhil memang telah membentengi kenyamanan TPS ini dengan menyuntikkan berbagai fasilitas penunjang yang cukup lengkap. Mulai dari pendistribusian payung tenda seragam, ruang gudang penyimpanan logistik bersama, fasilitas ibadah musholla, hingga ketersediaan toilet umum yang memadai. Seluruh fasilitas tersebut sukses memitigasi kesemrawutan yang biasanya identik dengan pasar tumpah dadakan.












