PEKANBARU – Beredar issue ASN pemerintah Provinsi Riau kejar-kejaran dengan metode “deal-dealan” agar ditempatkan di OPD Sekretariat DPRD Provinsi Riau.
Berbagai jurus dan strategi bahkan diisuekan “deal-dealan” dikobarkan agar ditempatkan di Setwan DPRD Provinsi Riau.
“Ada dengar-dengar yang udah mengurus, yang tidak tahu kepada siapa komunikasinya supaya ditempatkan di Setwan DPRD Riau,” ujar sumber yang tidak disebutkan identitasnya, Senin (11/05/2026).
Masih kata sumber lagi, sejauh ini berdasarkan informasinya, sudah banyak ASN yang telah melakukan pengurusan melalui koneksi agar ditempatkan di Setwan DPRD Provinsi Riau. Tidak hanya OPD Setwan Riau, bahkan ASN diluar Setwan DPRD Riau pun diissuekan telah melakukan pengurusan agar ditempatkan di Setwan DPRD Provinsi Riau.
“Issuenya, ada juga ASN diluar Setwan DPRD Riau yang udah mengurus untuk ditempatkan di Setwan DPRD Riau,” cetusnya.
Sekretariat DPRD Provinsi Riau memang tergolong OPD “basah” soal anggaran perjalanan dinas. Dalam sepekan, ASN dapat melakukan perjalanan dinas hingga 2 kali.
Tak pelak membludaknya ketersediaan anggaran perjalanan dinas tersebut disinyalir daya tarik ASN untuk berebut penempatan di Setwan DPRD Riau.
“Bayangkan saja 1 kali perjalanan dinas bisa mengantongi uang bersih paling sedikit Rp.500 ribu. Itu sudah bersih. Dalam 1 minggu saja, bisa melakukan perjalanan dinas 2 kali. Kemudian kali kan dengan 1 bulan. Kita bicara real ya. Tidak fiktif. Artinya, perjalanan dinas tersebut betul-betul dilakukan,” ungkap sumber lagi.
Sumber berharap agar mutasi dilakukan secara selektif dan berdasarkan kompetensi. Sehingga tugas administrasi kesekretariatan, administrasi keuangan, serta mendukung tugas dan fungsi DPRD tidak terkendala. ***












