Potret RiauIndragiri Hulu

Tolak Satgas PKH dan Agrinas, Budi Nurhayati Asisten Umum Kebun PT WMI Sebut Presiden Prabowo Sengsarakan Rakyat

31
×

Tolak Satgas PKH dan Agrinas, Budi Nurhayati Asisten Umum Kebun PT WMI Sebut Presiden Prabowo Sengsarakan Rakyat

Sebarkan artikel ini
Kantor PT Wahana Mandiri Indonesia di Desa Payarumbai Kecamatan Seberida, Kab. Inhu-Riau.F-Manroe/Potret24.com

RENGAT – Asisten Umum perkebunan eks PT Wahana Mandiri Indonesia (WMI) Budi Nurhayati Aliasyahnas menolak Satgas PKH terhadap kebun kelapa sawit tempatnya bekerja seluas 800 hektar di Desa Payarumbai Kecamatan Seberida Kabupaten Indragiri Hulu (Inhu)-Riau.

Penolakan tersebut disampaikan Budi Nurhayati diduga atas perintah pimpinan atau pemilik kebun eks PT WMI di Jakarta. Bahkan ia menyebut kehadiran Satgas PKH dan Agrinas meresahkan masyarakat.

“Saya tantang Presiden Prabowo, saya berani menemuinya agar membubarkan Satgas PKH dan Agrinas, meresahkan masyarakat,” kata Budi Nurhayati, Kamis (6/8/2026), kepada pihak perwakilan PT Riau Palma Perkasa (RPP) yang melakukan pertemuan dengan pengelola kebun eks PT WMI.

Budi Nurhayati juga menjelaskan, seluruh urusan dengan Satgas PKH dari Kejaksaan dan TNI yang bertugas sudah diselesaikan oleh pemilik eks PT WMI di Jakarta. “Nanti semua terbua buka pula, Satgas PKH dan Agrinas sudah diselesaikan semua oleh pemilik kebun WMI.

“Kami menolak Agrinas melakukan pengelolaan kebun WMI ini, kami tidak butuh KSO. Bos kami sudah selesai urusan dengan Satgas PKH di pusat, kami tetap mengelola kebun atas nama PT WMI,” kata Budi Nurhayati.

Budi Nurhayati juga menyampaikan kalau total tenaga kerja PT WMI berjumlah 60 orang, seluruhnya masih betah dan nyaman bekerja seperti biasa. “Seluruh tanah yang ditanami kelapa sawit bersumber dari jual beli dan tidak ada konflik kebun WMI dengan masyarakat luasan 800 ha,” jelasnya.

Semantara itu, pekerja PT WMI yang namanya enggan disebutkan menyampaikan, kalau dirinya dan pekerja lainya siap bekerja sama dengan perusahaan pengelolaan mitra Agrinas jika memang pekerjaan pengelolaan kebun eks PT WMI dilakukan secara prosedur.

“Kalau kami ikut saja, yang penting kita tetap kerja,” katanya seraya menyampaikan jangan menyebutkan namanya dalam berita.

Semantara itu, Manager Oprasional PT Riau Palma Perkasa, Zulpen Zuhri SE menyampaikan, kehadirannya ke lokasi kebun sawit eks PT WMI untuk melakukan survey, peninjauan kebun dan bertemu dengan manajemen eks PT WMI yang melakukan pengelolaan kebun hasil dari penertiban Satgas PKH.

“Kedatangan kami selain survey, juga menanyakan tentang eks pekerja PT WMI bisa bergabung bekerja untuk pengelolaan lanjutan yang dilakukan PT RPP sebagai mitra Agrinas, tapi semua itu ditolak Budi Nurhayati Aliasyahnas mengaku sebagai Asisten Umum PT WMI,” jelas Zulpen.

Terkait penolakan PT Riau Palma Perkasa mitra Agrinas yang hendak melakukan pengelolaan kebun eks PT WMI, Zulpen mengaku akan menyampaikan secara resmi kepada Agrinas serta melaporkan Budi Nurhayati Aliasyahnas sebagai Asisten Umum PT WMI ke Polres Inhu.