TEMPULING – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Islam Indragiri (UNISI) yang tengah mengabdi di Kelurahan Sungai Salak, Kecamatan Tempuling, menginisiasi program kerja strategis berupa pendataan dan validasi tanah wakaf secara terpadu.
Guna memaksimalkan akurasi data di lapangan, para mahasiswa lintas disiplin ilmu tersebut membangun kolaborasi taktis dengan menggandeng Badan Pertanahan Nasional (BPN) Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil).
Langkah inventarisasi massal ini sengaja digulirkan untuk mendukung perwujudan tertib administrasi pertanahan, sekaligus memetakan sebaran aset umat agar memiliki legalitas hukum yang kuat serta terhindar dari potensi sengketa batas wilayah di masa mendatang.
Lurah Sungai Salak, Aiyub, S.K.M., memberikan testimoni positif dan apresiasi setinggi-tingginya atas inisiatif program kerja yang diusung oleh kelompok mahasiswa KKN UNISI tersebut.
Menurutnya, aksi turun lapangan yang dikawal oleh para mahasiswa bersama petugas ukur BPN Inhil ini sangat meringankan beban kerja aparatur kelurahan dalam merapikan buku administrasi internal pemerintahan.
Data kepemilikan aset keagamaan yang akurat dan mutakhir dinilai sangat krusial karena akan menjadi pijakan dasar bagi pemerintah daerah dalam merancang penataan fasilitas umum, sehingga mampu menghadirkan asas manfaat sosial yang berkelanjutan bagi seluruh warga sekitar.
Agenda sensus lahan ibadah ini menjadi bukti nyata kontribusi fungsional dunia akademik dalam mengimplementasikan konsep Tri Dharma Perguruan Tinggi secara langsung di tengah struktur masyarakat.
Selain menjalankan kewajiban kurikulum perkuliahan, sinergi yang terjalin antara civitas akademika UNISI, instansi vertikal BPN, serta Pemerintah Kelurahan Sungai Salak diharapkan bisa menjadi role model kolaborasi produktif dalam mempercepat roda pembangunan kedaerahan.
Melalui penataan dokumen kepatuhan yang rapi dari tingkat tapak ini, kualitas pelayanan publik dan transparansi tata kelola agraria di wilayah Kabupaten Indragiri Hilir diproyeksikan akan semakin meningkat dan akuntabel.












