PELALAWAN – Seorang bocah berusia 12 tahun bernama Jerlin Zalukhu dilaporkan tewas secara tragis akibat diterkam oleh seekor Harimau Sumatera di kawasan areal Perizinan Berusaha Pemanfaatan Hutan-Hutan Tanaman Industri (PBPH-HTI), Kecamatan Pelalawan, Kabupaten Pelalawan.
Kepala Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Riau, Supartono, mengonfirmasi bahwa insiden maut tersebut terjadi pada Selasa (7/7/2026) dini hari sekitar pukul 04.30 WIB ketika korban sedang berada di luar kamar mandi camp untuk menemani kakaknya mencuci peralatan makan.
Binatang buas tersebut diduga kuat berhasil menyusup masuk ke area pemukiman pekerja setelah melewati celah pagar pelindung bagian belakang camp yang berada dalam kondisi rusak dan terbuka.
Jasad korban ditemukan oleh pihak keluarga dan pekerja lain dalam jarak sekitar 10 meter dari lokasi awal penyerangan dengan kondisi luka robek parah akibat gigitan pada bagian leher sebelah kiri dan kanan.
Secara administratif, lokasi kejadian mematikan ini berada di wilayah perbatasan antara Desa Sungai Ara dan Desa Pangkalan Terap yang secara geografis hanya berjarak 5,3 kilometer dari kawasan konservasi Taman Nasional Zamrud serta 5,7 kilometer dari bentang alam Restorasi Ekosistem Riau (RER).
Berdasarkan hasil olah tempat kejadian perkara (TKP), tim mitigasi BBKSDA Riau menemukan jejak kaki Harimau Sumatera berukuran panjang 16 sentimeter dan lebar 15 sentimeter, dengan bentang jarak langkah sejauh 120 sentimeter di sekitar area barak.
Guna mengantisipasi terjadinya konflik susulan mengingat laporan kemunculan sang predator masih terus berlanjut hingga sore hari, petugas gabungan langsung bergerak memasang beberapa unit kamera pengintai (camera trap) di titik-titik krusial satwa melintas.
Pihak otoritas menduga kuat motif masuknya kucing besar tersebut ke area domestik dipicu oleh keberadaan satwa mangsa yang sengaja dipelihara oleh para buruh di dalam lingkungan camp, sehingga petugas terpaksa melakukan tindakan penyitaan terhadap hewan peliharaan tersebut.
BBKSDA Riau mengeluarkan imbauan keras kepada seluruh korporasi dan warga setempat untuk menghentikan aktivitas luar ruangan sendirian pada malam hingga dini hari, serta memastikan seluruh sistem pengamanan barak tertutup rapat.












