Potret RiauKabupaten Kampar

Benteng Karakter Siswa, Wabup Misharti Buka Pelatihan Guru Mulok Melayu Kampar

40
×

Benteng Karakter Siswa, Wabup Misharti Buka Pelatihan Guru Mulok Melayu Kampar

Sebarkan artikel ini
Wakil Bupati Kampar Sekaligus Ketua PGRI Kabupaten Kampar Dr. Misharti. S.Ag. M.Si membuka kegiatan pelatihan penguatan keterampilan guru muatan lokal budaya Melayu Riau SD, SMP, SMA dan SMK Se Kabupaten Kampar di Gedung Guru Bangkinang, Kamis (9/7).F-Istimewa

BANGKINANG – Wakil Bupati Kampar sekaligus Ketua PGRI Kabupaten Kampar, Dr. Misharti, S.Ag., M.Si., membuka secara resmi agenda pelatihan penguatan keterampilan guru muatan lokal (mulok) budaya Melayu Riau tingkat SD, SMP, SMA, dan SMK Se-Kabupaten Kampar.

Kegiatan edukatif berskala daerah tersebut dipusatkan di Gedung Guru Bangkinang pada Kamis (9/7/2026) dengan dihadiri oleh Plt Kepala Dinas Pendidikan dan Pemuda Olahraga Kampar Helmi, S.H., M.H., serta tokoh budayawan Riau Datuk Taufik Ikram Jamil yang bertindak sebagai narasumber utama.

Langkah strategis ini digagas secara kolektif sebagai instrumen taktis untuk memperkuat kembali identitas tradisi lokal di tengah gempuran arus globalisasi yang kian masif menerpa lini kehidupan generasi muda.

Melalui forum pelatihan ini, para tenaga pendidik didorong untuk mampu mengintegrasikan nilai-nilai luhur dan kearifan lokal khas Kabupaten Kampar ke dalam proses kegiatan belajar mengajar (KBM) secara kreatif serta kontekstual.

Dalam arahannya, Misharti menegaskan bahwa sosok guru memegang peran yang sangat sentral bukan hanya sebagai transfer pengetahuan akademis, melainkan juga bertindak sebagai penjaga gawang kelestarian moral adat istiadat.

Pemerintah daerah menginginkan agar anak-anak didik di Bumi Lancang Kuning dapat tumbuh besar dengan pondasi karakter dan akhlak yang kokoh, berakar kuat pada nilai-nilai tradisi nenek moyang, namun di saat yang sama tetap memiliki daya saing kompetitif yang tinggi dalam menjawab tantangan zaman.

Antusiasme peserta pelatihan yang datang dari berbagai pelosok kecamatan di Kabupaten Kampar ini memperlihatkan adanya urgensi yang sama untuk mentransformasikan materi mulok agar tidak sekadar menjadi teori pelengkap di atas kertas.

Menanggapi harapan para guru, Ketua Panitia sekaligus pemateri Datuk Syaiful Anuar berkomitmen untuk terus mengawal keberlanjutan program pengajaran ini agar dapat diimplementasikan secara konkret ke dalam dokumen kurikulum operasional satuan pendidikan.

Sinergi yang kuat antara jajaran Pemkab Kampar, organisasi profesi PGRI, serta seluruh elemen pemangku kebijakan sekolah diharapkan menjadi titik awal lahirnya ekosistem pendidikan berbasis kearifan lokal yang relevan dengan dinamika perkembangan zaman.