TEMBILAHAN – Komitmen Pemerintah Kabupaten Indragiri Hilir (Pemkab Inhil) dalam menata pusat ekonomi daerah tanpa mengorbankan hajat hidup para pelaku usaha kecil dibuktikan nyata. Bupati Inhil, Herman, secara resmi membuka operasional Pasar Subuh di Lapangan Gadjah Mada (belakang Kantor PU) sebagai Tempat Penampungan Sementara (TPS), Jumat (15/5/2026) malam.
Keberadaan TPS yang representatif ini merupakan solusi taktis pemerintah daerah guna mendukung percepatan proyek pembangunan total Pasar Rakyat atau yang akrab dikenal sebagai Pasar Terapung di kawasan Jalan Yos Sudarso, Tembilahan.
Relokasi massal ini sengaja digesa agar pengerjaan fisik pasar permanen dapat berjalan maraton tanpa hambatan, dengan target rampung secara keseluruhan pada Desember 2026 mendatang. Langkah responsif ini langsung menuai apresiasi dari para pedagang yang merasa diayomi karena tetap diberikan ruang berwirausaha secara layak selama masa transisi.
Terapkan Sistem 3 Shift dan Fasilitas Lengkap
Untuk mengakomodasi seluruh pedagang yang berjumlah sekitar 267 orang di lahan penampungan, Pemkab Inhil menerapkan sistem pembagian waktu operasional lapak (shift) agar lokasi tetap tertata:
-
Shift Subuh/Pagi: Pukul 00.00 WIB – 08.00 WIB
-
Shift Siang: Pukul 08.00 WIB – 15.00 WIB
-
Shift Sore/Malam: Pukul 15.00 WIB – Hingga Tengah Malam
Tak hanya sekadar memindahkan tempat berjualan, Pemkab Inhil juga meningkatkan kenyamanan dengan melengkapi lokasi TPS menggunakan berbagai fasilitas penunjang. Mulai dari pembagian payung lapak pedagang, penyediaan gudang penyimpanan barang dagangan bersama, musholla, hingga fasilitas saniter seperti toilet umum.
Dalam arahannya, Bupati Herman menegaskan bahwa kebijakan relokasi ini merupakan bentuk titik temu antara percepatan pembangunan infrastruktur modern kota dengan keberlangsungan roda ekonomi kerakyatan.
“Pemerintah daerah berupaya memberikan solusi terbaik agar pembangunan pasar tetap berjalan tanpa mengorbankan aktivitas ekonomi masyarakat. Kita ingin para pedagang tetap bisa mencari nafkah dengan fasilitas yang lebih tertata sembari menunggu pasar permanen selesai dibangun,” ujar Herman.
Satpol PP Disiagakan Jaga Ketertiban Jalan
Guna mengantisipasi munculnya titik kesemrawutan baru di pusat kota, Bupati Herman menginstruksikan jajaran Satpol PP bersama Dinas Lingkungan Hidup dan Perhubungan untuk melakukan pengawasan melekat secara berkala. Ia mewanti-wanti agar tidak ada pedagang yang meluber menggunakan badan jalan utama atau area parkir publik yang dapat mengganggu kelancaran arus lalu lintas.
“Ketertiban dan kebersihan harus sama-sama kita jaga. Ini demi kenyamanan bersama dan agar wajah Kota Tembilahan tetap rapi dan estetik selama proses pembangunan pasar berlangsung,” tambahnya.
Agenda peresmian yang berlangsung khidmat tersebut turut dihadiri oleh Kapolres Inhil, Dandim 0314/Inhil, Asisten II Setda Inhil, Kepala Dinas Koperasi, UKM, Perdagangan, dan Perindustrian, Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Perhubungan, Kasatpol PP, Camat Tembilahan, serta ratusan pedagang.












