Potret RiauPekanbaru

Setelah 15 Tahun Dinanti, Jalan Kabun Akhirnya Diperbaiki Berkat Usulan Pemko Pekanbaru

63
×

Setelah 15 Tahun Dinanti, Jalan Kabun Akhirnya Diperbaiki Berkat Usulan Pemko Pekanbaru

Sebarkan artikel ini
Camat Tuah Madani, Farid Irwan Maulana.F-Istimewa

PEKANBARU – Kecamatan Tuah Madani terus mengoptimalkan perannya dalam mendukung program Pemerintah Kota Pekanbaru di bawah kepemimpinan Wali Kota H. Agung Nugroho, SE., MM dan Wakil Wali Kota Markarius Anwar, ST., M.Arch. Sejumlah upaya difokuskan pada pembangunan infrastruktur, kebersihan lingkungan, penanganan stunting, serta peningkatan pelayanan sosial kemasyarakatan.

Camat Tuah Madani, Farid Irwan Maulana, mengatakan empat bidang tersebut menjadi perhatian utama pihaknya dalam menggerakkan program pemerintah sekaligus mendorong pemberdayaan masyarakat.

Dalam bidang infrastruktur, Farid menjelaskan bahwa pelaksanaan teknis pembangunan merupakan kewenangan organisasi perangkat daerah (OPD) terkait. Sementara itu, kecamatan berperan menampung aspirasi warga, mengoordinasikan kebutuhan, dan menyampaikan usulan agar dapat ditindaklanjuti pemerintah.

Salah satu hasil yang dirasakan masyarakat adalah perbaikan Jalan Kabun atau Jalan Sepakat. Ruas jalan tersebut telah dinantikan warga selama sekitar 15 tahun dan kini mendapatkan penanganan melalui program pemerintah pusat yang ditindaklanjuti Pemerintah Kota Pekanbaru dengan mengusulkannya kepada Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR).

“Alhamdulillah Pak Wali berhasil mendapatkan program perbaikan Jalan Kabun. Untuk teknis pengerjaannya langsung dari Kementerian PUPR. Sepanjang jalan itu memang warga tidak terlalu banyak, namun di ujung ada perkampungan padat penduduk jadi ini lah akses yang dilewati masyarakat setiap harinya. Masyarakat sangat berterima kasih kepada pemerintah khususnya Pak H. Agung Nugroho dan Pak Markarius Anwar,” ujar Farid.

Selain Jalan Kabun, Kecamatan Tuah Madani juga masih mendorong perbaikan Jalan Uka sepanjang 1,2 kilometer. Menurut Farid, kebutuhan tersebut masih diperjuangkan oleh Wali Kota Pekanbaru agar dapat direalisasikan.

Ia menilai upaya memperoleh dukungan anggaran pemerintah pusat menjadi salah satu langkah untuk mempercepat pembangunan di lingkungan masyarakat, sehingga pembiayaan pembangunan tidak hanya bergantung pada APBD.

Pada bidang kebersihan dan pelayanan sosial kemasyarakatan, jajaran Kecamatan Tuah Madani rutin turun ke lapangan untuk memeriksa fasilitas pemerintah. Pengecekan dilakukan guna memastikan fasilitas tersebut tetap layak dan dapat dimanfaatkan masyarakat.

Kegiatan gotong royong juga terus digalakkan. Kecamatan berencana berkolaborasi dengan Tim Lestari untuk mengakomodasi kegiatan gotong royong bersama warga, termasuk pada hari libur. Farid menyebut pihaknya turut menerima bantuan dua unit mesin pemotong rumput dari Wali Kota untuk mendukung kegiatan tersebut.

“Kami rutin gotong royong. Kami akan kolaborasi Tim Lestari untuk mengakomodir gotong royong bersama masyarakat di hari libur. Kita juga dapat bantuan dari Pak Wali mesin rumput dua unit untuk membantu gotong royong,” katanya.

Kecamatan Tuah Madani juga mengawal pelaksanaan program bantuan Rp100 juta per RW. Bersama Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Perkim), pihak kecamatan telah melakukan evaluasi terhadap usulan masyarakat agar program tersebut sesuai kebutuhan dan memberikan manfaat langsung bagi lingkungan.

Sementara itu, dalam upaya memperkuat layanan kesehatan masyarakat melalui Posyandu, Farid menyampaikan bahwa Kecamatan Tuah Madani memiliki 97 RW. Dari jumlah tersebut, saat ini tersedia 84 Posyandu, sehingga masih dibutuhkan 13 Posyandu untuk menjangkau seluruh RW.

Penambahan Posyandu tersebut diharapkan dapat memperluas pelayanan bagi balita, ibu menyusui, dan lanjut usia. Dalam berbagai kegiatan dan kunjungan, pihak kecamatan juga melibatkan Tim Penggerak PKK untuk mendukung pelaksanaan program.

Adapun penanganan stunting masih mengacu pada program pemerintah pusat dan Pemerintah Kota Pekanbaru, dengan Puskesmas sebagai salah satu unsur utama pelaksanaannya. Kecamatan berperan mendukung sosialisasi dan koordinasi, termasuk melalui kegiatan lokakarya mini.

Farid juga berharap keterlibatan tokoh masyarakat dan pelaku usaha dapat diperkuat melalui dukungan sebagai orang tua asuh bagi anak-anak yang mengalami stunting. Dengan demikian, perhatian terhadap kebutuhan gizi anak diharapkan bisa lebih terarah.

“Kami berharap ada tokoh masyarakat atau pelaku usaha yang ekonominya baik dijadikan Bapak Asuh anak-anak stunting biar lebih fokus memperhatikan asupan gizinya. Jangan sampai terlambat, kita upayakan sebelum usia 5 tahun imunisasi dan gizinya cukup,” tutupnya.

Farid berharap sinergi antara pemerintah dan masyarakat terus terjaga. Menurutnya, kolaborasi yang baik diperlukan agar berbagai program Pemerintah Kota Pekanbaru dapat berjalan lancar dan memberikan manfaat bagi warga Kecamatan Tuah Madani.