Potret RiauPekanbaru

Camat Rumbai Dukung Transdepo Jalan Damai, Sebut Jauh dari Permukiman

40
×

Camat Rumbai Dukung Transdepo Jalan Damai, Sebut Jauh dari Permukiman

Sebarkan artikel ini
Camat Rumbai, Azani Benazir, S.I.P., M.Si.F-Istimewa

PEKANBARU – Rencana pengoperasian Tempat Penampungan Sementara Terpadu (Transdepo) di Jalan Damai, Kelurahan Palas, Kecamatan Rumbai, mendapat dukungan dari Kecamatan Rumbai Pesisir. Fasilitas tersebut dinilai dapat membantu mempercepat pengangkutan sampah sekaligus meningkatkan efektivitas kerja Lembaga Pengelola Sampah (LPS).

Camat Rumbai , Azani Benazir, S.I.P., M.Si., mengatakan Transdepo merupakan program Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Kota Pekanbaru untuk memperbaiki sistem pengangkutan sampah.

Menurut Azani, keberadaan fasilitas tersebut dapat memangkas jarak operasional armada pengangkut sampah dari wilayah Rumbai yang selama ini harus menuju Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Air Hitam.

“Transdepo itu kan programnya Dinas DLHK. Tentunya kami dari Kecamatan Rumbai Pesisir mendukung untuk perbaikan pengangkutan sampah,” ujar Azani kepada Potret24.com.

Ia menilai lokasi di Jalan Damai cukup strategis karena disebut berada jauh dari kawasan permukiman warga dan lingkungan sekolah. Azani juga menyampaikan bahwa DLHK telah melakukan survei serta menyiapkan penanganan terhadap potensi bau yang ditimbulkan dari aktivitas penampungan sampah.

“Lokasinya jauh dari pemukiman warga dan dari sekolah SMP jauh lah jaraknya. Nantinya DLHK mempunyai treatment sendiri untuk penanganan sampah dan bau yang ada di Transdepo. DLHK sudah turun survey dan sudah ada analisis dampak lingkungan,” jelasnya.

Azani menjelaskan, Transdepo berpotensi membantu operasional LPS di wilayah Rumbai. Selama ini, petugas pengangkut sampah harus menempuh perjalanan cukup jauh menuju TPA Air Hitam. Proses bongkar muatan di lokasi tersebut juga terkadang membutuhkan waktu karena antrean kendaraan.

Dengan adanya Transdepo di Jalan Damai, jarak pengangkutan diharapkan menjadi lebih pendek sehingga armada dapat bekerja lebih efisien.

“Ini sangat terbantu sekali teman-teman pengangkut sampah LPS. Karena saat ini sangat jauh sekali. Teman-teman dari Rumbai harus mengantar sampah ke Air Hitam. Jadi kalau di Jalan Damai ini nanti Transdepo sangat membantu, jarak operasional pengangkutan sampah menjadi dekat. Kita tau lah kalau di Air Hitam juga antri untuk pembongkaran sampah, memakan waktu juga,” ungkapnya.

Menanggapi kekhawatiran sebagian warga mengenai potensi bau dan pencemaran udara, Azani menyebut DLHK telah menyiapkan mekanisme penanganan. Ia mengatakan sampah yang masuk ke Transdepo tidak akan dibiarkan menginap, melainkan diangkut kembali ke TPA Muara Fajar pada sore hari.

“Itu mengenai polusi udara DLHK sudah ada treatment. Sampah itu tidak bermalam, sore sudah diangkat kembali ke TPA Muara Fajar,” tegasnya.

Meski demikian, Azani mempersilakan masyarakat yang masih memiliki keberatan untuk menyampaikan aspirasi melalui pihak kelurahan maupun langsung kepada DLHK. Ia berharap setiap masukan warga dapat dibahas secara terbuka agar ditemukan solusi bersama.

“Namun warga yang menolak silahkan saja sampaikan langsung ke DLHK atau ke Kelurahan, tetap akan diperhatikan. Mudah-mudahan solusi yang disampaikan DLHK bisa terbuka untuk warga dalam musyawarah dan izin lingkungan juga sudah ada,” katanya.

Ia menambahkan, lokasi sebelumnya sempat menghadapi penolakan warga sehingga rencana tersebut tidak dilanjutkan. Sementara untuk lokasi baru di Jalan Damai, Azani menyatakan pihaknya telah memperoleh informasi bahwa izin lingkungan dari warga sudah tersedia.

“Memang sebelumnya ada penolakan dari warga tentunya ini tidak kita usulkan. Namun lokasi yang baru ini sudah ada izin lingkungan nya dari warga,” ujarnya.

Terkait jarak fasilitas Transdepo dengan SMPN 44 Pekanbaru, Azani memperkirakan lokasinya sekitar 500 meter. Namun, ia menyarankan agar penjelasan lebih rinci mengenai jarak tersebut disampaikan oleh DLHK sebagai pihak yang menangani program.

“Terkait jarak Transdepo dengan sekolah SMP 44, biarlah DLHK yang sampaikan. Mengenai jarak cukup jauh lah sekitar 500 meter dari Transdepo,” tuturnya.

Azani berharap pengoperasian Transdepo dapat meningkatkan kapasitas pengangkutan sampah di wilayah Rumbai. Dengan jarak menuju lokasi penampungan yang lebih dekat, armada LPS diharapkan mampu menambah frekuensi perjalanan dari yang sebelumnya rata-rata satu trip menjadi dua trip dalam sehari.

“Harapan kita pengangkutan sampah bisa lebih maksimal karena jarak sudah dekat. Kawan-kawan LPS bisa maksimal kerjanya. Biasanya hanya 1 trip per hari, mudah-mudahan bisa 2 trip untuk pengangkutan sampah di Rumbai ini,” tutupnya.