PEKANBARU — Pekerjaan fisik Proyek Revitalisasi Satuan Pendidikan bersumber dana APBN 2026 di SMAN 13 Pekanbaru, Jalan Yos Sudarso, Muara Fajar, Kecamatan Rumbai Barat, terancam tidak selesai tepat waktu.
Meski batas akhir (deadline) pengerjaan menyisa hitungan hari pada 13 November 2026, kondisi bangunan proyek senilai Rp1.317.148.000 tersebut terpantau masih jauh dari kata rampung.
Proyek yang dilaksanakan dengan skema swakelola oleh Panitia Pembangunan Satuan Pendidikan (P2SP) di bawah penanggung jawab Kepala Sekolah ini mencakup rehabilitasi lima ruang kelas, satu ruang serbaguna, serta pembangunan dua ruang kelas baru.
Namun berdasarkan hasil investigasi di lapangan pada Selasa (27/10/2026), dua ruang kelas baru masih dibiarkan terbengkalai dengan kondisi dinding penyekat antar-ruangan yang menganga dan belum dipasangi material penutup.
Tak hanya itu, seluruh selasar jendela pada bangunan baru tersebut masih belum dilengkapi kusen maupun kaca, kendati bagian dinding telah dicat dan lantai sudah dipasangi keramik. Saat pemantauan dilakukan, tidak terlihat satu pun pekerja atau tukang yang beraktivitas di lokasi proyek.
Sementara pada area rehabilitasi lima ruang kelas, ditemukan sejumlah komponen lama yang seharusnya diganti tetapi diduga tetap dipertahankan.
Upaya konfirmasi yang dilayangkan kepada manajemen sekolah sempat direspons oleh pihak Humas SMAN 13 Pekanbaru, Lin, yang mengarahkan tim media untuk datang ke lokasi.
Namun setibanya di sekolah, Kepala Sekolah batal ditemui dengan alasan sedang memimpin rapat persiapan Upacara Sumpah Pemuda.
Hingga berita ini diterbitkan, pihak sekolah belum memberikan klarifikasi resmi, dan upaya konfirmasi berimbang terus dilanjutkan ke Dinas Pendidikan Provinsi Riau.












