Potret RiauPekanbaru

Perkuat Jati Diri Melayu, Pemprov Riau Kaji Tiga Konsep Ikon Bundaran Sudirman

22
×

Perkuat Jati Diri Melayu, Pemprov Riau Kaji Tiga Konsep Ikon Bundaran Sudirman

Sebarkan artikel ini
F-Ilustrasi/potret24.com

PEKANBARU – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Riau tengah mematangkan langkah strategis untuk menata ulang kawasan Bundaran Jalan Jenderal Sudirman yang berada tepat di depan Kantor Gubernur Riau guna memperkuat estetika kota sekaligus menonjolkan identitas kebudayaan Melayu.

Upaya transformasi wajah ibu kota provinsi ini digulirkan secara terbuka melalui pelaksanaan Focus Group Discussion (FGD) komprehensif yang diinisiasi oleh Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang, Perumahan, Kawasan Permukiman, dan Pertanahan (PUPR PKPP) Provinsi Riau.

Plt Kepala Dinas PUPR PKPP Riau, Zulfahmi, menjelaskan bahwa forum ini sengaja dibentuk untuk menghimpun masukan konstruktif dari berbagai elemen kompeten agar ikon baru yang nantinya berdiri memiliki nilai filosofis, historis, dan edukasi yang mendalam bagi masyarakat luas.

Berdasarkan hasil diskusi interaktif yang melibatkan para pakar akademik dari Universitas Riau, Universitas Islam Riau (UIR), Universitas Lancang Kuning (Unilak), serta pemuka Lembaga Adat Melayu (LAM) Riau, saat ini terdapat tiga konsep tugu utama yang sedang dikaji secara mendalam.

Ketiga alternatif ikon daerah tersebut meliputi monumen berbentuk penutup kepala adat atau tugu tanjak, Tugu Lancang Kuning yang legendaris, serta Tugu Titik Nol Pekanbaru yang sarat akan nilai sejarah kedaerahan.

Keterlibatan Ikatan Arsitek Indonesia (IAI) Provinsi Riau serta jajaran konsultan independen dalam perumusan ini memastikan bahwa setiap rancangan tidak hanya megah secara visual dan kaya makna tradisi, tetapi juga memenuhi standar teknis arsitektur modern yang selaras dengan karakter lansekap kota.

Hingga saat ini, pihak otoritas menegaskan belum ada keputusan final terkait konsep mana yang akan dipilih untuk menghiasi jantung kota Pekanbaru tersebut karena seluruh berkas kajian komparatif dan aspirasi publik masih harus dilaporkan terlebih dahulu kepada Gubernur Riau sebagai bahan pertimbangan utama.

Sepanjang sisa tahun anggaran 2026 ini, Dinas PUPR PKPP Riau akan mencurahkan fokus penuh pada penyusunan desain makro serta pematangan dokumen teknis terperinci atau Detail Engineering Design (DED).

Jika seluruh tahapan birokrasi, penyelarasan regulasi, dan administrasi perencanaan berjalan lancar sesuai dengan linimasa yang dijadwalkan, maka proses eksekusi pembangunan fisik untuk ikon baru kebanggaan masyarakat Riau ini ditargetkan dapat segera dimulai pada tahun 2027 mendatang.