Potret HukrimIndragiri HuluPotret Riau

Sadis! Dua Pekerja PT Pancawaskita KSO Agrinas Diduga Dianiaya Gerombolan Nasrun Sitepu Bersenjata Tajam

27
×

Sadis! Dua Pekerja PT Pancawaskita KSO Agrinas Diduga Dianiaya Gerombolan Nasrun Sitepu Bersenjata Tajam

Sebarkan artikel ini
Indra Jepza, pekerja PT Pancawaskita Bumi Riau Mandiri korban penganiayaan yang diduga dilakukan Nasrun Sitepu dan kelompoknya, terbaring lemas di Puskesmas Sekip Sipayung.F-Manroe/Potret24.com

RENGAT – Situasi keamanan di areal kebun PT Agrinas Palma Nusantara (Persero) eks PT Selantai Agro Lestari (SAL) yang dikelola PT Pancawaskita Bumi Riau Mandiri kembali memanas. Setelah hampir dua pekan gerombolan Nasrun Sitepu dan Lutfi melakukan penjarahan tandan buah segar (TBS) dan mengintimidasi pekerja di lapangan, dan juga melakukan aksi kekerasan terhadap dua pekerja PT Pancawaskita.

Peristiwa pengeroyokan dua pekerja itu terjadi pada Kamis (2/7/2026) sekitar pukul 17.10 WIB di areal kebun sawit PT Agrinas Palma Nusantara (Persero) Pos 01 Security Rakit Kulim.

Korban diketahui bernama Indra Jepza pengawas kebun dan Maryandi security, merupakan pekerja PT Pancawaskita Bumi Riau Mandiri selaku KSO PT Agrinas Palma Nusantara. Keduanya diduga menjadi sasaran penganiayaan oleh lebih dari 20 orang yang disebut berasal dari gerombolan Nasrun Sitepu dan Lutfi.

Berdasarkan kronologi yang dihimpun, sebelum insiden terjadi, kelompok tersebut baru saja melakukan panen ilegal TBS di areal blok B3 dan B4 serta menjarah hasil panen pekerja. Setelah beberapa kali lalu lalang gerombolan Nasrun Sitepu dan Lutfi melintas di Pos 01 Security sambil membawa hasil panen penjarahan TBS yang diduga berasal dari kawasan kebun tersebut, situasi berubah menjadi tegang.

Keributan bermula ketika gerombolan Nasrun Sitepu meminta agar rekaman video yang merekam aktivitas penjarahan dan intimidasi untuk dihapus. Mereka juga meminta portal pos keamanan dibuka. Dalam situasi yang memanas, salah seorang yang disebut bernama Lutfi alias Lupi diduga lebih dahulu melakukan pemukulan terhadap Indra Jepza yang bertugas sebagai pengawas lapangan.

Seperti yang di ceritakan korban Indra Jepsa Kamis (2/7/2026) malam, saat terbaring di rumah sakit, suasana mencekam, Lutfi, Nasrun Sitepu, Abdi dan Giat bersama sama memukul dan ada yang mengacungkan senjata tajam, beruntung rekanya securty Maryandi menahan, namun ia pun menjadi bulan-bulanan gerombolan Nasrun Sitepu.

“Saya dan Maryandi dikepung lebih dari 20 orang, saya hanya tau dengan Nasrun Sitepu, Geliat, Imis, Lutfi puluhan orang lain saya tidak kenal,” kata Indra Jepza saat terbaring di Puskesmas Skip Sipayung menjalani perawatan.

Indra Jepza yang terlihat lemas mengalami luka pada bagian samping pelipis, pecah bagian bibir, lebam pagian punggung dan dada yang menjalani perawatan, sedangkan Maryandi mejalani pengobatan tradisional di Rakit Kulim dengan cara di urut.

Selain pelaku mengeluarkan senjata api dan senjata tajam, meludahi wajah korban, serta melontarkan ancaman pembunuhan terhadap Indra Jepza. Aksi tersebut membuat pekerja di sekitar lokasi ketakutan dan situasi keamanan kebun semakin tidak kondusif.

Informasi di lapangan, aksi penjarahan masih dilakukan gerombolan Nasrun Sitepu dan Lutfi Jumat (3/7/2026), dan telah berlangsung sekitar dua pekan terakhir di areal kebun sawit PT Agrinas Palma Nusantara eks PT SAL, yang dikelola PT Pancawaskita Bumi Riau Mandiri. Selama periode itu, kelompok tersebut disebut berulang kali melakukan intimidasi terhadap pekerja hingga menghambat operasional perusahaan.

Kasus penjarahan TBS yang dilakukan gerombolan Nasrun Sitepu hingga pengeroyokan dan pengancaman tersebut secara resmi sudah dilaporkan ke Polres Inhu. Peristiwa ini mengganggu keamanan dan keberlangsungan operasional pengelolaan aset perkebunan negara oleh PT Pancawaskita yang berada di bawah PT Agrinas Palma Nusantara. (Tim)