SELATPANJANG – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kepulauan Meranti mengambil langkah cepat dalam mematangkan persiapan Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) Serentak Tahun 2026 agar pesta demokrasi di tingkat akar rumput tersebut tidak memicu polarisasi atau perpecahan di tengah masyarakat.
Penegasan krusial mengenai pentingnya menjaga kondusivitas ini disampaikan langsung oleh Bupati Kepulauan Meranti, H. Asmar, saat menghadiri rapat pembentukan Panitia Pemilihan, Tim Pengawas, dan Tim Keamanan Pilkades di Ruang Rapat Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Kabupaten Kepulauan Meranti pada Kamis (9/7/2026).
Di hadapan unsur Forkopimda dan para camat, kepala daerah mengimbau seluruh lapisan warga untuk menyikapi setiap perbedaan preferensi politik secara dewasa guna menjamin stabilitas keamanan di wilayah kepulauan tersebut.
Demi menyukseskan perhelatan politik tingkat desa ini, Bupati Asmar menginstruksikan pembentukan tiga pilar pengawal ekosistem pemilu yang mencakup Panitia Pemilihan Kabupaten, Tim Pengawas independen, serta Tim Keamanan terpadu yang melibatkan unsur TNI, Polri, dan Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP).
Seluruh perangkat daerah, camat, hingga aparatur desa diwajibkan untuk menjaga netralitas secara mutlak sesuai dengan koridor regulasi yang berlaku serta mengedepankan pola komunikasi persuasif dalam menyelesaikan setiap riak potensi konflik di lapangan.
Tim pengawas dituntut bekerja secara objektif dan akuntabel untuk meminimalkan kecurangan administratif, sementara aparat keamanan diwajibkan mengawal ketat seluruh fase krusial mulai dari tahapan pencalonan, kampanye, pemungutan suara, hingga penetapan resmi kades terpilih.
Sebagai bentuk stimulasi moral terhadap tata kelola pemerintahan desa yang bersih, Bupati Asmar turut mengumumkan rencana pemberian penghargaan prestisius bagi para kepala desa yang menunjukkan kinerja luar biasa serta bebas dari catatan temuan hukum oleh BPK maupun Inspektorat.
Jika kondisi ruang fiskal dan kemampuan keuangan daerah pada tahun anggaran 2027 mendatang mencukupi, pemerintah daerah berkomitmen memberangkatkan hingga tiga kepala desa berprestasi terbaik untuk menunaikan ibadah umrah ke tanah suci.
Rencana stimulus ini sengaja dilemparkan ke publik di akhir rapat koordinasi sebagai instrumen motivasi agar para pemimpin desa yang sedang maupun akan menjabat senantiasa mengedepankan asas transparansi serta akuntabilitas finansial demi kemajuan Kabupaten Kepulauan Meranti.












