Potret RiauMeranti

Gandeng Konsulat Malaysia, Pemkab Meranti Buka Jalur Beasiswa dan Ekspor Sagu ke Johor

28
×

Gandeng Konsulat Malaysia, Pemkab Meranti Buka Jalur Beasiswa dan Ekspor Sagu ke Johor

Sebarkan artikel ini
Langkah strategis ini dimatangkan melalui agenda audiensi formal bersama jajaran Konsulat Malaysia Pekanbaru yang digelar di Aula Kantor PUPR Kabupaten Kepulauan Meranti pada Kamis (9/7/2026).F-Istimewa

SELATPANJANG – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kepulauan Meranti meluncurkan lompatan diplomasi regional yang progresif guna mengoptimalkan letak geografisnya yang berbatasan langsung dengan Selat Malaka dan wilayah Johor, Malaysia.

Langkah strategis ini dimatangkan melalui agenda audiensi formal bersama jajaran Konsulat Malaysia Pekanbaru yang digelar di Aula Kantor PUPR Kabupaten Kepulauan Meranti pada Kamis (9/7/2026).

Pertemuan bilateral tingkat lokal tersebut dipimpin langsung oleh Bupati Kepulauan Meranti AKBP (Purn) H. Asmar bersama Wakil Bupati Muzamil Baharudin, serta dihadiri oleh Konsul Malaysia di Pekanbaru Muhammad Husni Sahiran bin Ismail dan Atase Imigrasi Khushaima binti Syed Abdul Rahman guna membedah cetak biru kerja sama ketenagakerjaan, pendidikan vokasi, investasi, hingga akses penetrasi pasar internasional bagi komoditas andalan daerah.

Salah satu urgensi utama yang dibahas secara mendalam dalam pertemuan tersebut adalah restrukturisasi total tata kelola penempatan Pekerja Migran Indonesia (PMI) asal Meranti agar beralih ke jalur prosedural yang legal, aman, dan terlindungi.

Wakil Bupati Muzamil Baharudin membeberkan fakta krusial di lapangan bahwa sekitar 85 persen tenaga kerja asal Meranti yang bermigrasi menuju Batu Pahat dan Kukup tercatat masih menggunakan mekanisme nonprosedural di sektor perkebunan dan konstruksi, sehingga sangat rentan terhadap eksploitasi hukum.

Untuk mengantisipasi kerawanan sosial tersebut, Pemkab Meranti berkomitmen menggenjot program sertifikasi kompetensi guna mencetak tenaga kerja terampil (skilled worker), yang langsung disambut positif oleh Konsul Husni Sahiran lewat tawaran peluang serapan tenaga perawat medis secara massal di berbagai rumah sakit swasta Malaysia.

Selain sektor ketenagakerjaan, akselerasi pertumbuhan ekonomi daerah dipacu melalui pengenalan komoditas unggulan seperti sagu, kelapa, kopi liberika, karet, pinang, dan hasil perikanan tangkap lokal agar bisa menembus jaringan ritel Rosam Market Malaysia.

Di bidang pengembangan sumber daya manusia, Konsulat Malaysia juga membuka pintu lebar bagi putra-putri berprestasi asal Kepulauan Meranti untuk mengakses program beasiswa pendidikan tinggi di berbagai universitas terkemuka di Malaysia melalui skema inventarisasi dan seleksi berkala.

Audiensi bilateral ini kemudian ditutup dengan kesepakatan penandatanganan komitmen bersama untuk mengonversi seluruh poin nota kesepahaman menjadi program implementasi konkret yang mampu mendongkrak kesejahteraan masyarakat di kedua belah negara.