RENGAT – Dukungan terhadap operasional pengelolaan kebun kelapa sawit yang dilakukan PT Pancawaskita mitra KSO PT Agrinas Palma Nusantara (APN) eks PT Selantai Agro Lestari (SAL), terus menguat dan merakyat. Kali ini, dukungan tersebut datang dari masyarakat suku Talang Mamak di Desa Durian Cacar Kecamatan Rakit Kulim Kabupaten Indragiri Hulu (Inhu)-Riau.
Dua pemimpin suku Talang Mamak, Patih Edi Darma dan Patih Sibun, menyatakan komitmen penuh mendukung pengelolaan kebun yang dijalankan PT Pancawaskita sebagai mitra KSO Agrinas Palma Nusantara. Dukungan tersebut ditandai dengan perpanjangan kerja sama kemitraan yang melibatkan masyarakat adat dalam kegiatan perawatan tanaman, panen, serta pengamanan areal perkebunan.
Komitmen itu disampaikan langsung kedua patih kepada Direktur PT Pancawaskita, Hermansyah SE, saat pertemuan di Desa Talang Durian Cacar, Sabtu (6/6/2026).
Patih Edi Darma didampingi Patih Sibun menjelaskan, sejak operasional PT SAL dihentikan pemerintah dan areal perkebunan masuk dalam program PKH pada 2025, masyarakat adat Talang Mamak di bawah kepemimpinannya telah bersepakat untuk tidak melakukan penjarahan maupun pengambilan hasil kebun secara ilegal.
Menurut Patih Edi Darma, keberadaan kebun yang dikelola PT Pancawaskita mitra Agrinas pada eks PT SAL tersebut harus dijaga agar tetap produktif dan dapat memberikan manfaat bagi masyarakat sekitar, khususnya warga Talang Mamak yang terlibat dalam bekerja di Agrinas.
“Kami sejak awal melarang anak kemenakan kami dari suku Talang Mamak melakukan penjarahan. Kebun ini harus dijaga dan dikelola dengan baik oleh Pancawaskita mitra Agrinas Agrinas, agar dapat memberikan manfaat bagi masyarakat adat Talang Mamak,” tegas Patih Edi Darma bersama Patih Sibun.
Kedua patih mengakui, saat sejumlah pihak dari luar komunitas adat memasuki areal eks PT SAL dan melakukan aktivitas yang berpotensi mengganggu operasional kebun, mereka telah berupaya mengingatkan dan melarang tindakan tersebut. Namun, mereka menegaskan tidak semua pihak yang berada di kawasan tersebut merupakan bagian dari masyarakat suku Talang Mamak yang berada di bawah kepemimpinan mereka.
Sebagai bentuk dukungan nyata, masyarakat suku Talang Mamak terlibat langsung dalam berbagai kegiatan operasional PT Pancawaskita mitra Agrinas pengelolaan perkebunan, mulai dari perawatan tanaman, panen, hingga pengamanan areal kebun.
“Kami mendukung penuh operasional pengelolaan kebun kelapa sawit oleh PT Pancawaskita sebagai mitra Agrinas pada eks kebun PT SAL. Ada kesepakatan yang jelas terkait perawatan kebun dan pelibatan masyarakat adat dalam berbagai kegiatan operasional,” ujar Patih Edi Darma bersama Patih Sibun.
Dukungan masyarakat suku Talang Mamak kepada PT Pancawaskita mitra Agrinas tersebut dinilai menjadi modal sosial penting bagi keberlangsungan pengelolaan kebun eks PT SAL oleh PT Pancawaskita mitra Agrinas. Melalui kemitraan yang terjalin, masyarakat memperoleh kesempatan bekerja sekaligus berperan aktif menjaga aset negara dari tindakan penjarahan maupun aktivitas lain yang dapat mengganggu operasional perkebunan.
Sementara itu, Direktur PT Pancawaskita, Hermansyah SE, menyampaikan apresiasi atas kepercayaan dan dukungan yang diberikan masyarakat suku Talang Mamak terhadap kegiatan pengelolaan kebun yang dijalankan bersama PT Agrinas Palma Nusantara.
Menurut Hermansyah, masyarakat suku Talang Mamak merupakan bagian penting yang harus dilibatkan dalam setiap aktivitas operasional perusahaan PT Pancawaskita mitra Agrinas.
“Kami memiliki komitmen untuk terus membangun hubungan yang harmonis dengan masyarakat suku Talang Mamak. Kehadiran Agrinas Palma Nusantara tidak hanya untuk mengelola kebun, tetapi juga memberikan manfaat ekonomi dan membuka kesempatan kerja bagi masyarakat sekitar,” ujar Herman yang akrab di sapa Kiyai ini.
Hermansyah menegaskan, PT Pancawaskita mitra Agrinas selalu mengedepankan pendekatan kemitraan dan pemberdayaan masyarakat dalam menjalankan operasional perkebunan. Keterlibatan masyarakat dalam kegiatan perawatan, panen, hingga pengamanan kebun menjadi bukti bahwa pengelolaan perkebunan dapat berjalan seiring dengan peningkatan kesejahteraan masyarakat setempat.
Selain memberikan kesempatan kerja, PT Pancawaskita juga secara rutin menyalurkan bantuan sosial berupa paket sembako dan kebutuhan pokok lainnya kepada masyarakat adat Talang Mamak yang bekerja di areal kebun.
Menurut Hermansyah, perusahaan bersama Agrinas Palma Nusantara tidak hanya berorientasi pada pengelolaan perkebunan, tetapi juga berupaya menghadirkan manfaat sosial yang dapat dirasakan langsung oleh masyarakat sekitar.
“Kami ingin keberadaan perusahaan benar-benar memberikan dampak positif bagi masyarakat. Ke depan, kami juga berharap sebagian hasil pengelolaan kebun eks PT SAL dapat memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat,” kata Herman
Sebagai wujud kepedulian sosial, PT Pancawaskita berencana mengusulkan kepada PT Agrinas Palma Nusantara agar sebagian manfaat dari pengelolaan kebun dapat disalurkan untuk membantu anak-anak yatim di Talang Durian Cacar.
Selain itu, perusahaan juga berkomitmen mendukung kelanjutan pembangunan pondok pesantren di desa tersebut yang menjadi program pendidikan dan dakwah yang digagas Ustadz Abdul Somad yang saat ini terbengkalai di wilayah adat Talang Mamak.
“Kami berharap, hasil pengelolaan kebun ini tidak hanya memberikan manfaat ekonomi, tetapi juga menjadi sarana membantu masyarakat melalui kegiatan sosial, mendukung pembangunan pondok pesantren yang nantinya menjadi pusat pendidikan agama dan pembinaan generasi muda Talang Durian Cacar,” ujar Hermansyah yang merupakan Santri asal Jawabarat ini.
Harapan ke depannya, sambung Hermansyah, sinergi antara Agrinas Palma Nusantara bersama mitranya PT Pancawaskita, masyarakat suku Talang Mamak, pemerintah, dan seluruh pemangku kepentingan dapat terus terjalin dengan baik sehingga pengelolaan kebun berjalan lancar serta manfaatnya dapat dirasakan secara berkelanjutan oleh masyarakat sekitar. (**).












