Potret RiauIndragiri Hulu

PT Pancawaskita Libatkan Masyarakat Adat Talang Mamak Bekerja Di Kebun Agrinas Rakit Kulim

25
×

PT Pancawaskita Libatkan Masyarakat Adat Talang Mamak Bekerja Di Kebun Agrinas Rakit Kulim

Sebarkan artikel ini
Manager Operasional PT Pancawaskita Bumi Riau Mandiri, Zulpen Zuhri SE secara simbolis serahkan kontrak kerja kepada Batin Model, disaksikan suku Talang Mamak lainya.F-Manroe/Potret24.com

RENGAT – Dukungan masyarakat terhadap pengelolaan kebun kelapa sawit PT Agrinas Palma Nusantara (APN) melalui mitra Kerja Sama Operasional (KSO) PT Pancawaskita Bumi Riau Mandiri, eks PT Selantai Agro Lestari (SAL) di Kecamatan Rakit Kulim Kabupaten Indragiri hulu (Inhu)-Riau, terus menguat.

Kehadiran PT Pancawaskita sebagai mitra KSO PT APN dinilai membawa dampak positif terhadap peningkatan kesempatan kerja bagi masyarakat lokal, khususnya komunitas adat Suku Talang Mamak, yang selama ini bermukim di sekitar wilayah perkebunan.

Sejak dimulainya penataan operasional kebun, masyarakat Talang Mamak tidak lagi hanya menjadi penonton, tetapi telah terlibat aktif sebagai tenaga kerja panen dan perawatan melalui sistem kerja borongan resmi yang dilengkapi perjanjian kerja.

Kelompok adat Batin Bangka atau dikenal sebagai Batin Model, menyatakan pengelolaan kebun Agrinas memberikan harapan baru bagi ekonomi masyarakat adat dan sangatlah bermanfaat.

“Kami merasa dihargai karena dilibatkan langsung. Sekarang masyarakat Talang Mamak bisa bekerja di kampusnya sendiri secara resmi dan jelas,” ujar Batin Model usai penandatanganan kontrak kerja borongan di Pematang Reba, Rabu (20/5/2026).

Menurutnya, keterlibatan masyarakat adat bukan hanya membuka lapangan pekerjaan, tetapi juga menciptakan rasa memiliki kebun, sehingga masyarakat ikut menjaga stabilitas dan keamanan lingkungan kerja.

Direktur PT Pancawaskita Bumi Riau Mandiri, Hermansyah SE, menyampaikan pengelolaan kebun sejak awal dirancang berbasis pemberdayaan masyarakat sekitar.
Lebih dari 70 persen tenaga kerja yang terlibat saat berasal dari masyarakat lokal, termasuk komunitas Talang Mamak dari Desa Talang Selantai, Talang Durian Cacar, dan Talang Perigi.

“Kami ingin kebun ini tumbuh bersama masyarakat. Ketika masyarakat ikut bekerja, maka manfaat ekonomi langsung dirasakan keluarga-keluarga di sekitar kebun,” jelasnya.

Herman menambahkan, sinergi antara perusahaan dan masyarakat adat menjadi kunci terciptanya operasional kebun yang kondusif, produktif, serta berkelanjutan.

“Partisipasi aktif masyarakat Talang Mamak pengelolaan kebun Agrinas di Rakit Kulim mendapat legitimasi sosial dari masyarakat akar rumput,” jelasnya.

Selain meningkatkan produksi perkebunan, sambung Hermansyah, keberadaan kebun juga membuka perputaran ekonomi desa melalui penyerapan tenaga kerja, jasa angkutan, hingga aktivitas ekonomi pendukung lainnya.

Pengamat sosial masyarakat setempat, Andi Irawan menilai, pendekatan kolaboratif yang melibatkan masyarakat adat secara langsung mampu membangun hubungan harmonis antara perusahaan dan masyarakat, sekaligus memperkuat stabilitas wilayah perkebunan.

Menurut Anak kemanakan Datuk Soloangso ini, dengan dukungan masyarakat yang terus menguat, pengelolaan kebun Agrinas di Rakit Kulim diharapkan menjadi contoh pengelolaan perkebunan yang inklusif, berpihak pada masyarakat lokal, serta mendorong pertumbuhan ekonomi daerah secara berkelanjutan.

“Kita bangga PT Pancawaskita milik orang bisa menjadi mitra PT Agrinas Palma Nusantara dalam pengelolaan kebun hasil penertiban kawasan hutan,” ungkap Andi Irawan. (Tim)