Potret RiauPekanbaru

Tembus Bobot 1 Ton, DPKH Riau Klaim Kualitas Sapi Peternak Lokal Meningkat Tajam

29
×

Tembus Bobot 1 Ton, DPKH Riau Klaim Kualitas Sapi Peternak Lokal Meningkat Tajam

Sebarkan artikel ini
Sapi limousin peternak Riau.F-Istimewa

PEKANBARU – Program bantuan kemasyarakatan berupa sapi kurban dari Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, untuk Hari Raya Iduladha 1447 H/2026 Masehi tidak hanya membawa marwah bagi Provinsi Riau. Agenda tahunan ini sekaligus menjadi panggung pembuktian komparatif bahwa tata kelola budidaya dan pemeliharaan ternak oleh masyarakat lokal di Riau telah mengalami lompatan kualitas yang signifikan.

Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan (DPKH) Provinsi Riau merilis data evaluasi seleksi, di mana performa bobot mentah (live weight) sapi yang lolos kurasi tahun ini tercatat jauh lebih masif dan padat dibanding periode-periode sebelumnya.

Kepala DPKH Riau, Mimi Yuliani Nazir, menegaskan hadirnya program kepresidenan ini sukses menjadi stimulator bagi para peternak rakyat untuk merombak pola manajemen pakan dan kesehatan hewan demi mengejar standar premium.

“Kita bisa memverifikasi langsung di lapangan bahwa peternak-peternak kita di Riau kini memiliki kapabilitas mumpuni dalam membudidayakan sapi ras jumbo secara mandiri. Tahun ini, berat sapi yang terpilih rata-rata meningkat tajam. Bahkan, jika dikomparasikan, terjadi peningkatan bobot bersih hingga 60 kilogram dari sapi bantuan Presiden tahun lalu,” ungkap Mimi Yuliani Nazir, Selasa (19/5/2026).

Cek Data & Spesifikasi: Angka Riil Sapi Kurban Presiden di Riau

Berdasarkan draf teknis hasil seleksi verifikasi yang dirilis oleh DPKH Riau bersama Tim Direktorat Jenderal PKH Kementerian Pertanian, berikut adalah rincian fakta angka sapi-sapi berukuran jumbo yang diusulkan masuk ke dalam daftar bantuan Presiden:

  • Rataan Bobot Seleksi: Sapi kurban yang lolos penilaian memiliki bobot bervariasi mulai dari rentang terendah 731 kilogram hingga menembus angka di atas 1.000 kilogram (1 Ton). Adapun rata-rata bobot agregatnya berada di angka 901 kilogram.

  • Sapi Terberat (Tingkat Provinsi): Sapi jenis Simental milik peternak lokal bernama Franto KSR sukses menduduki posisi puncak dengan bobot fantastis mencapai 1.013 kilogram (1,01 Ton).

  • Utusan Indragiri Hilir (Inhil): Mengirimkan sapi eksotis jenis ras Brangus (persilangan Brahman dan Angus) dengan berat bersih menyentuh 1.000 kilogram (1 Ton).

  • Utusan Bengkalis: Meloloskan sapi jenis ras Simental dengan berat optimal mencapai 961 kilogram.

Faktor Stimulus: Pembinaan PKH dan Manajemen Pakan

Mimi menguraikan, fakta peningkatan tonase otot sapi ini bukan terjadi secara instan atau kebetulan. Hal tersebut merupakan implikasi linear dari program pembinaan berkelanjutan, manajemen sanitasi kandang, penyuntikan vitamin berkala, serta perbaikan formulasi pakan kaya nutrisi yang digulirkan tim medik veteriner DPKH Riau di kabupaten/kota.

“Melalui pengawalan ketat dari petugas PKH di daerah, kami menargetkan kurva berat sapi yang terpilih pada tahun depan bisa jauh lebih berat lagi. Kompetisi sehat antar-peternak ini sangat bagus untuk ekosistem peternakan Riau,” tambah Mimi optimis.

Sebelumnya, jajaran Pemerintah Provinsi (Pemprov) Riau telah menyetorkan daftar draf sapi terbaik hasil kurasi dinas kabupaten/kota kepada Sekretariat Presiden (Setneg). Seluruh sapi yang diusulkan wajib melewati uji klinis laboratorium yang ketat, meliputi pemeriksaan bebas penyakit Mulut dan Kuku (PMK), bebas virus LSD, kesiapan fisik tanpa cacat, hingga kepastian jalur logistik dan distribusi ke lokasi pemotongan sasaran.