Pekanbaru

Diduga Tanda Tangan Peserta Disalahgunakan, Pelatihan Dispersip Pekanbaru Mengecewakan

94
×

Diduga Tanda Tangan Peserta Disalahgunakan, Pelatihan Dispersip Pekanbaru Mengecewakan

Sebarkan artikel ini
Acara pelatihan yang digelar di Hotel Resti Rabu-Kamis (29-30/11/2023) beberapa waktu lalu. (Foto: tabloiddiksicom)

PEKANBARU – Sebagian peserta yang mengikuti kegiatan sosialisasi pelatihan penyimpanan, perawatan pelestarian dan pendaftaran naskah kuno milik daerah Kota Pekanbaru merasa kecewa. Pasalnya banyak ketidaknyamanan dan kejanggalan terjadi dari kegiatan selama dua hari (29-30/11/2023) yang digelar Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kota Pekanbaru di Hotel Resti Menara.

Adapun kegiatan tersebut diikuti berbagai instansi, kepala dinas, kepala bidang, lurah, LPM Pekanbaru, LAM Pekanbaru, Ikatan Pustakawan Riau dan Pekanbaru, masyarakat, komunitas, mahasiswa Unri dan Unilak sebagaimana tertulis pada surat undangan. Peserta pelatihan sama sekali tidak mendapatkan apa-apa dari kegiatan tersebut.

Salah seorang peserta yang tidak bersedia namanya dikutip mengatakan, saat acara berlangsung diminta untuk tandatangan, tapi tak tahu apa yang ditandatangani. Ada sekitar enam lembar yang ditandatangani namun tak jelas untuk apa, apakah absensi, atau pencairan dana transportasi atau yang lain.

“Saya kecewa, selama dua hari mengikuti kegiatan, meninggalkan pekerjaan dan aktivitas lain, tapi selesai acara tak membawa pulang apa-apa,” ujarnya, Senin (4/12/2023).

Dia mengatakan, dalam setiap kegiatan seperti pelatihan atau sosilisasi dipastikan ada uang saku atau uang transportasi, apalagi kan ini acaranya di hotel dan dilakukan oleh instansi dinas, pasti ada anggarannya.

Sumber lain yang juga tidak bersedia disebut namanya, mengatakan kegiatan ini dikhawatirkan bahwa tandatangan yang dilakukan peserta disalahgunakan panitia acara, karena dia tahu pembicara saja dibayar, apalagi acara di hotel, tapi pesertanya malah tak dapat apa-apa.

Selain itu juga, pada saat acara peserta yang makan siang juga diberikan aturan yang cukup aneh, peserta tak boleh makan lebih dari satu lauk.

“Anehkan, acara yang menaja dinas, diselenggarakan di hotel, pasti ada anggarannya, ini malah makan saja dibatasi, lauknya hanya boleh satu, tak boleh labih. Baru kali ini saya mengikuti kegiatan anah seperti yang dilaksanakan Dispersip Kota Pekanbaru,” bebernya kepada potret24.com.

Sementara seperti dilansir tabloiddiksi hingga berita ditayangkan Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kota Pekanbaru belum memberikan keterangan resminya meskipun konfirmasi telah tersampaikan. (win)