PEKANBARU – Pemandangan berbeda menghiasi area operasional PT PLN Nusantara Power (PLN NP) Unit Pelaksana (UP) Tenayan, Rabu (22/4/2026). Dalam rangka memperingati Hari Kartini, para karyawati yang tergabung dalam Srikandi PLN NP UP Tenayan tampil anggun dan penuh wibawa dengan balutan busana tradisional kebaya.
Penggunaan kebaya di lingkungan kerja ini bukan sekadar seremoni tahunan, melainkan wujud nyata penghormatan terhadap perjuangan R.A. Kartini. Inisiatif ini juga menjadi upaya perusahaan dalam melestarikan warisan budaya Indonesia di tengah lingkungan industri energi yang modern, teknis, dan dinamis.
Meski bekerja di sektor pembangkitan listrik yang menuntut kedisiplinan tinggi dan ketangguhan fisik, para Srikandi ini membuktikan bahwa keanggunan identitas perempuan Indonesia tetap selaras dengan profesionalisme kerja.
Manager UP Tenayan, Khoirul Huda, memberikan apresiasi tinggi terhadap semangat para karyawati dalam merayakan hari bersejarah bagi perempuan Indonesia tersebut.
”Momen Hari Kartini dengan busana kebaya ini menjadi simbol bahwa perempuan di PLN Nusantara Power UP Tenayan tidak hanya andal secara profesional, tetapi juga mampu menjaga akar budayanya. Kami sangat bangga memiliki Srikandi-srikandi tangguh yang menjadi bagian krusial dalam operasional pembangkitan kami,” ujar Khoirul Huda.
Lebih lanjut, peringatan ini diharapkan mampu mengobarkan kembali semangat inovasi dan emansipasi. Hal ini menegaskan bahwa perempuan memiliki peran yang setara dan sangat vital dalam mendukung keandalan energi nasional.
Salah satu perwakilan Srikandi PLN NP UP Tenayan menyampaikan bahwa mengenakan kebaya saat bekerja memberikan rasa bangga yang mendalam bagi mereka sebagai perempuan modern.
”Kebaya ini mengingatkan kami bahwa sebagai perempuan masa kini, kami memiliki kekuatan untuk berkontribusi di bidang apa pun, termasuk sektor energi, tanpa pernah melupakan jati diri dan semangat perjuangan Ibu Kartini,” ungkapnya.
Melalui aksi pelestarian budaya ini, PT PLN Nusantara Power UP Tenayan menunjukkan komitmennya dalam menciptakan lingkungan kerja yang inklusif, menghargai keberagaman, dan tetap menjunjung tinggi kearifan lokal.












