PEKANBARU – Tim Rescue Kantor SAR Pekanbaru bergerak cepat melaksanakan operasi penyelamatan darurat di tengah kepungan banjir yang melanda Kecamatan Rumbai Timur, Minggu (19/4/2026) dini hari.
Sebanyak enam warga dilaporkan terjebak di dalam rumah mereka di Jalan Sembilang, Kelurahan Limbungan Baru, setelah air dengan cepat naik akibat hujan deras dengan intensitas tinggi yang mengguyur wilayah ibu kota sejak Sabtu malam.
Kepala Basarnas Pekanbaru, Budi Cahyadi, menjelaskan bahwa koordinasi evakuasi dimulai setelah adanya laporan dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Riau pada pukul 00.30 WIB.
Merespons kondisi membahayakan nyawa manusia tersebut, enam personel tim penyelamat langsung dikerahkan menuju lokasi yang berjarak sekitar 10 kilometer dari markas komando guna melakukan evakuasi fisik.
Proses penyelamatan berlangsung dramatis di tengah kegelapan malam. Setibanya di lokasi pada pukul 01.10 WIB, tim menemukan satu warga sudah berhasil keluar lebih dulu, sementara lima lainnya masih terjebak di dalam bangunan yang terendam.
Petugas memprioritaskan evakuasi kelompok rentan, di mana dari lima orang yang diselamatkan, empat di antaranya merupakan anak-anak yang masih berusia balita dan sekolah dasar.
Identitas korban yang berhasil dievakuasi dalam kondisi selamat adalah Fuji Meizar (35), serta empat anak-anak yakni Afifah (4), Zio (3), Alif (8), dan Zafa (6).
Seluruh korban segera dibawa menggunakan peralatan rescue ke tempat yang lebih tinggi dan aman sebelum akhirnya diserahkan kepada pihak keluarga yang telah menunggu dengan cemas di titik aman.
Menyikapi insiden ini, Budi Cahyadi mengeluarkan imbauan keras kepada masyarakat Pekanbaru, khususnya yang bermukim di daerah rawan genangan, agar meningkatkan kewaspadaan ekstra.
Mengingat curah hujan yang diprediksi masih tinggi dalam beberapa hari ke depan, warga diminta untuk segera melaporkan kondisi darurat kepada pihak berwenang agar langkah antisipasi dapat dilakukan secara cepat dan tepat sebelum situasi memburuk.












