PEKANBARU – Pemandangan berbeda mewarnai operasional PT PLN Nusantara Power (PLN NP) Unit Pembangkitan (UP) Tenayan, Jumat (24/4/2026). Dalam rangka memperingati Hari Kartini, para karyawati yang tergabung dalam Srikandi PLN NP UP Tenayan tampil memikat dengan balutan busana tradisional kebaya di lingkungan kerja mereka.
Aksi mengenakan kebaya ini bukan sekadar seremoni tahunan, melainkan pesan kuat mengenai pelestarian warisan budaya Indonesia di tengah industri energi yang modern, teknis, dan dinamis. Penggunaan busana nasional ini menciptakan harmoni unik antara kearifan lokal dengan profesionalisme kerja di sektor pembangkitan listrik.
Manager UP Tenayan, Khoirul Huda, memberikan apresiasi tinggi terhadap inisiatif tersebut. Menurutnya, momen ini menegaskan bahwa perempuan di lingkungan PLN Nusantara Power memiliki peran vital yang setara dalam menjaga keandalan energi nasional.
“Momen Hari Kartini dengan busana kebaya ini menjadi simbol bahwa perempuan di PLN NP UP Tenayan tidak hanya andal secara profesional, tetapi juga mampu menjaga akar budayanya. Kami bangga memiliki Srikandi tangguh yang menjadi bagian penting dalam operasional kami,” ujar Khoirul Huda.
Semangat Inovasi di Sektor Teknis
Peringatan ini bertujuan untuk membangkitkan kembali nilai-nilai perjuangan RA Kartini, yakni semangat untuk terus maju dan berinovasi. Meski bekerja di sektor yang identik dengan kedisiplinan teknis tinggi, para Srikandi menunjukkan bahwa identitas perempuan Indonesia tetap melekat kuat dalam setiap tanggung jawab profesional.
Salah satu perwakilan Srikandi PLN NP UP Tenayan menuturkan, mengenakan kebaya di lingkungan pembangkit memberikan rasa bangga yang berbeda.
“Kebaya ini mengingatkan kami bahwa sebagai perempuan modern, kami memiliki kekuatan untuk berkontribusi di bidang apa pun. Kami bangga bisa menjalankan peran di sektor energi tanpa melupakan jati diri dan semangat perjuangan Ibu Kartini,” ungkapnya.
Melalui kegiatan ini, PLN Nusantara Power UP Tenayan berharap semangat emansipasi dan dedikasi terus tumbuh, memperkuat posisi perempuan sebagai motor penggerak inovasi dalam mendukung ketahanan energi di Bumi Lancang Kuning.












