PEKANBARU – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Riau mulai mematangkan persiapan penyaluran hewan kurban bantuan Presiden RI, Prabowo Subianto, menyambut Hari Raya Iduladha 1447 Hijriah.
Saat ini, proses seleksi ketat tengah berlangsung di 12 kabupaten dan kota se-Provinsi Riau guna menjaring sapi dengan kualitas serta standar kesehatan tertinggi sebelum ditetapkan sebagai sapi kurban perwakilan daerah.
Plt Kepala Bidang Produksi Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan (PKH) Riau, Elyan Buzra, mengungkapkan bahwa mayoritas kabupaten dan kota telah bergerak cepat melakukan penjaringan.
Hingga Minggu (19/4/2026), beberapa daerah bahkan sudah mengajukan kandidat sapi unggulan mereka. Pihaknya optimistis bahwa pada pekan depan, seluruh usulan dari penjuru Bumi Lancang Kuning sudah terkumpul untuk diverifikasi di tingkat provinsi.
Dalam proses seleksi tahun ini, Pemprov Riau menerapkan kebijakan strategis untuk mendorong semangat peternak lokal. Setiap daerah diwajibkan mengusulkan sapi terbaik yang mereka miliki. Khusus bagi wilayah yang memiliki sapi dengan bobot fantastis di atas satu ton, pemerintah mewajibkan pengusulan minimal dua ekor.
Langkah antisipatif ini diambil agar jika satu sapi terpilih untuk tingkat provinsi, sapi cadangan lainnya tetap dapat dimanfaatkan untuk kebutuhan kurban di tingkat kabupaten/kota masing-masing.
“Setiap daerah mengajukan sapi terbaiknya. Dari sana, kami akan memilih yang paling memenuhi kriteria, baik dari sisi bobot maupun kesehatan, untuk ditetapkan sebagai sapi kurban tingkat provinsi,” jelas Elyan.
Ia juga menekankan bahwa seluruh sapi yang diusulkan wajib berasal dari peternak lokal dan dalam kondisi sehat sesuai ketentuan pemerintah pusat, sebagai upaya nyata mendukung pertumbuhan sektor peternakan daerah.
Persiapan yang matang ini diharapkan mampu memastikan pelaksanaan ibadah kurban tahun ini berjalan lancar dan tepat sasaran. Sinergi antara pemerintah provinsi dan kabupaten/kota menjadi kunci agar manfaat kurban bantuan Presiden dapat dirasakan secara merata oleh masyarakat luas.
Selain dimensi ibadah, program ini juga menjadi simbol kepedulian sosial dan kebersamaan antara pemerintah pusat dan daerah dalam melayani masyarakat.












