Potret Politik

Warga TNTN Nilai Anggota DPRD Riau Dapil Pelalawan Pengecut

55
×

Warga TNTN Nilai Anggota DPRD Riau Dapil Pelalawan Pengecut

Sebarkan artikel ini
Koordinator Aliansi Mahasiswa dan Masyarakat Pelalawan (AMMP) Wandri Syahputra Simbolon

PEKANBARU – Aliansi Mahasiswa dan Masyarakat Pelalawan (AMMP) mengatakan, para anggota DPRD Riau asal dapil Pelalawan lebih takut kehilangan jabatan ketimbang rakyatnya. Hal ini tercermin dari aksi demo di hari kedua warga di kantor Gubernur Riau yang tak satupun dihadiri anggota DPRD Riau dapil Siak-Pelalawan.

Hal itu disampaikan Koordinator warga TNTN yang tergabung dalam AMMP, Wandri Syahputra Simbolon dalam orasinya didepan ratusan warga disamping kantor Gubernur Riau, Selasa (14/04/2026).

“Dari Bukit Kesuma, Lubuk Kembang, Bungo, Air Hitam, ada Tarmizi juga
yang istri kepala desa. Kemudian dari Segati, ada anggota Dewan dari Dapil
Pelalawan, dan Istri Bupati Zukri sendiri mewakili ke provinsi. Ada juga dari PKS, ada juga dari Golkar, dan bermacam-macam,” ucap Wandri mengawali orasinya.

Ia mengatakan, di samping kantor Gubernur Riau ini ia menyerukan terkhusus kepada anggota kepada anggota dewan kabupaten yang sudah dipilih dan sudah ditunjuk mewakili suara-suara kecil dari setiap desa untuk disuarakan ke kabupaten. Bahwa mereka lebih takut kehilangan jabatan daripada kehilangan rakyatnya.

“Hari ini bapak-Ibu sudah lihat dewan pengecut itu terkhusus anggota dewan Provinsi Riau. Hari ini mereka tidak berani berbicara apapun. Beda dengan anggota dewan lainnya. Kenapa saya bilang begitu, kalau anggota dewan lain yang berdiri di kabupaten atau kecamatan, mampu mereka menggiring permasalahan itu sampai dibahas di provinsi,” ujarnya.

Wandri mengatakan permasalahan TNTN ini seluruh anggota dewan yang sudah dipilih tersebut menjadi pengecut mental tempe, mental kerupuk hancur. Ia pun melemparkan sikap yang dipilih masyarakat atas para oknum anggota dewan tersebut.

Ia pun meminta warga AMMP agar menentukan siapa yang dipilih untuk menjadi anggota dewan untuk periode berikutnya, sama seperti yang dilakukan di Jawa yang berani menurunkan Bupati Pati, Sudewo.

“Hari ini bapak-Ibu lihat, sudah seperti apa Tambunan beraksi, sudah seperti apa Rudianto beraksi, sudah seperti apa Tarmizi beraksi, sudah seperti apa
Charles bereaksi, belum ada bapak-ibu,” pungkasnya. **