PEKANBARU – Provinsi Riau resmi terpilih dan dipercaya menjadi tuan rumah penyelenggaraan forum ilmiah internasional bergengsi, The 3rd Integrated Cattle and Oil Palm (ICOP) Conference 2026.
Pertemuan berskala global ini dirancang sebagai wadah strategis yang mempertemukan para peneliti, akademisi, pelaku industri, serta pemangku kepentingan lintas negara guna merumuskan percepatan program integrasi sektor kelapa sawit dan peternakan sapi.
Pendekatan pertanian terpadu tersebut dinilai menjadi strategi mutakhir dalam mendorong iklim ekonomi berkelanjutan, sekaligus menjawab tantangan pemenuhan pangan dan energi di masa depan.
Apresiasi mendalam atas penunjukan ini disampaikan langsung oleh Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Riau, Syahrial Abdi, pada Rabu, 8 April 2026.
Saat memberikan sambutan di Hotel Pangeran Pekanbaru, pihak pemerintah daerah menyatakan rasa bangganya karena Bumi Lancang Kuning dapat bertransformasi menjadi pusat perjumpaan ide global bagi masa depan pertanian dunia.
Forum ICOP 2026 ini dianggap memiliki nilai tawar yang sangat tinggi dalam memperkuat posisi geopolitik dan ekonomi Riau sebagai kiblat utama pengembangan riset komoditas kelapa sawit yang terintegrasi secara nasional maupun internasional.
Dalam konstelasi ekonomi global, posisi Indonesia memegang peranan krusial sebagai produsen sekaligus pemilik bentangan kebun kelapa sawit terbesar di dunia.
Keunggulan komparatif tersebut semakin dipertegas oleh status Provinsi Riau yang menempati peringkat pertama sebagai daerah dengan kepemilikan lahan sawit terluas di tanah air.
Atas dasar potensi geografis yang masif itu, tata kelola pemanfaatan lahan sawit di Riau melalui sistem integrasi sapi-sawit dinilai memegang peran yang sangat determinan dalam menopang stabilitas ketahanan pangan nasional, kemandirian energi, serta akselerasi pertumbuhan ekonomi hijau.
Indikator keberhasilan sektor agraris ini tercermin nyata pada performa makro ekonomi Riau yang mencatatkan pertumbuhan positif sebesar 4,79 persen pada tahun 2025 berdasarkan rilis data resmi Badan Pusat Statistik (BPS).
Kontribusi dominan dari sektor pertanian dan perkebunan, khususnya kelapa sawit, terbukti menjadi jangkar utama penopang daya beli masyarakat serta stabilitas fiskal daerah di tengah ketidakpastian pasar global.
Melalui momentum konferensi internasional yang digelar pada awal April 2026 ini, Pemprov Riau optimistis hilirisasi industri sawit yang ramah lingkungan dan terintegrasi dengan peternakan akan semakin menarik minat investasi asing ke daerah.(Adv)












