Potret RiauPekanbaru

Klarifikasi Video Viral di Laksamana Muda Coffee, Plt Camat Payung Sekaki: Bukan Pesta LGBT

44
×

Klarifikasi Video Viral di Laksamana Muda Coffee, Plt Camat Payung Sekaki: Bukan Pesta LGBT

Sebarkan artikel ini
Plt Camat Payung Sekaki, Abdullah, S.STP.F-Istimewa

PEKANBARU — Pemerintah Kecamatan Payung Sekaki bergerak cepat merespons keresahan masyarakat terkait beredarnya video viral di media sosial yang merekam aksi beberapa pengunjung di Laksamana Muda Coffee & Live Space, Jalan Soekarno Hatta, Pekanbaru.

Merespons kejadian pada Selasa (20/10/2026) malam tersebut, Plt Camat Payung Sekaki, Abdullah, S.STP., bersama Kapolsek dan pengurus Lembaga Pemberdayaan Masyarakat (LPM) setempat turun langsung melakukan inspeksi ke lokasi kejadian pada Rabu (21/10/2026).

Berdasarkan hasil penelusuran mendalam dan pemeriksaan rekaman CCTV di lokasi, Abdullah meluruskan narasi yang beredar di tengah publik.

Pihaknya memastikan bahwa peristiwa tersebut bukanlah kegiatan atau pesta komunitas LGBT, melainkan aksi nekat tiga orang pengunjung yang memanfaatkan momen saat operasional kafe hendak tutup sekitar pukul 24.00 WIB untuk menanggalkan pakaian mereka secara mendadak.

Meski demikian, pihak unsur pimpinan kecamatan bersama jajaran kepolisian telah melayangkan teguran dan peringatan keras kepada pihak manajemen Laksamana Muda Coffee & Live Space.

Pihak pengelola diwajibkan untuk memperketat pendataan pengunjung, memasang pengumuman aturan tata tertib secara jelas, serta mengambil tindakan tegas mengeluarkan pengunjung yang berprilaku mencurigakan atau melanggar norma sosial.

Atas insiden tersebut, Plt Camat Payung Sekaki turut mengimbau seluruh pemilik usaha seperti kafe, restoran, UMKM, hingga perhotelan di wilayahnya agar selalu mematuhi regulasi perizinan serta menjaga keamanan dan ketertiban umum.

Abdullah juga mengingatkan masyarakat untuk aktif melaporkan setiap potensi pelanggaran lingkungan, sembari menegaskan bahwa tindakan tegas berupa penyegelan dapat diberlakukan oleh instansi berwenang apabila kejadian serupa kembali terulang di kemudian hari.