Potret RiauIndragiri Hulu

Diduga Terima Honor Setiap Bulan, Mantan Lurah Bongkar Dugaan Keterlibatan Forum Tiga Desa Satu Kelurahan Bela PT SBP

3
×

Diduga Terima Honor Setiap Bulan, Mantan Lurah Bongkar Dugaan Keterlibatan Forum Tiga Desa Satu Kelurahan Bela PT SBP

Sebarkan artikel ini
Poto atas, Potret24.com saat mewawancarai Rozali Noor Rahmat, mantan Lurah Sekip Hilir Poto bawah, diduga massa bayaran PT SBP saat unjuk rasa di Mapolres Inhu.F-Manroe/Potret24.com

RENGAT – Dugaan penggunaan massa bayaran perkebunan PT Sinar Belilas Perkasa (PT SBP), diungkapkan mantan Lurah Sekip Hilir Rozali Noor Rohman alias Mat Coi yang pernah menjadi bagian dari Forum Tiga Desa Satu Kelurahan.

Menurut Rozali, forum tersebut dibentuk sejak sekitar Pebruari 2024 dan beranggotakan unsur pemerintah desa, tokoh masyarakat, serta sejumlah warga dari Desa Sungai Raya, Desa Paya Rumbai, Desa Talang Jerinjing, dan Kelurahan Sekip Hilir.

Rozali bercerita, para anggota forum menerima honor sebesar Rp1,5 juta per bulan, sementara masyarakat yang dikerahkan dalam setiap kegiatan lapangan disebut memperoleh bayaran Rp150 ribu per orang.

“Awalnya honor dibayar tunai oleh orang suruhan perusahaan sebesar Rp1,5 juta per orang setiap bulan. Setelah itu pembayaran ditransfer melalui Supri Handayani alias Ando. Sementara massa yang diajak turun ke lapangan dibayar Rp150 ribu per orang,” ujar Rozali kepada wartawan di Pematang Reba, Rabu (29/7/2026) malam.

Rozali mengaku terakhir menerima honor pada Januari 2026 setelah tidak lagi menjabat sebagai Lurah Sekip Hilir, posisinya di forum disebut digantikan oleh pejabat lurah yang baru.

Rozali menyebut, forum yang dibuat menggalang massa untuk membantu PT SBP tersebut dikoordinatori oleh Zaudi Alamsyah, warga Desa Paya Rumbai. Sementara Supri Handayani alias Ando yang merupakan Wakil Rektor Institut Teknologi dan Bisnis (ITB) Indragiri disebutnya berperan dalam mekanisme penyaluran honor kepada pengurus dan anggota forum. Klaim tersebut belum dapat dikonfirmasi kepada pihak-pihak yang disebutkan.

Selain itu, Rozali juga menyebut sejumlah pejabat dan tokoh yang menurutnya tergabung dalam forum, di antaranya Kepala Desa Paya Rumbai, Muksin, Kepala Desa Sungai Raya, Erwanto, Penjabat (PJ) Kades Talang Jerinjing, serta anggota forum lainnya. Klaim tersebut belum dapat dikonfirmasi kepada pihak-pihak yang disebutkan.

Dalam pengakuannya, forum tersebut tidak hanya bertugas memberikan dukungan kepada PT SBP dalam konflik lahan, tetapi juga diduga mengoordinasikan pengerahan massa bayaran saat terjadi aksi di lapangan.
“Honor mereka sampai sekarang masih berjalan. Kalau saya sudah tidak lagi karena sudah tidak menjabat lurah,” ungkapnya.
Rozali menegaskan dirinya siap membongkar informasi yang diketahuinya terkait dugaan praktik tersebut.

“Saya bersedia membongkar permainan kotor yang saya ketahui terkait PT SBP yang memanfaatkan masyarakat dengan memberikan bayaran untuk kepentingan perusahaan,” tegasnya.

Diceritakanya juga, menyebut sejumlah nama lain yang menurut pengakuannya menjadi anggota forum, diantaranya Edi Alius, Puji Hendrawan, Jumari, Sudirman, Sahrianto, R. Radi, H. Ridwan, Supriyanto, Maspar, Nasrizal, dan Risky Arwi Putra. Mereka disebut menerima honor sebesar Rp1,5 juta per bulan sejak Januari hingga Juli 2026.

Hingga berita ini diterbitkan, pihak kordinator penggalang masa bayaran PT Sinar Belilas Perkasa, Zaudi Alamsyah, Supri Handayani, maupun pihak-pihak lain yang disebut dalam pemberitaan belum memberikan tanggapan atau klarifikasi atas tuduhan dan pengakuan yang disampaikan Rozali Noor Rahmat.