Galeri FotoPekanbaruPotret Riau

Penyegaran Birokrasi, Plt Gubernur SF Hariyanto Lantik 238 Pejabat Eselon III dan IV

13
×

Penyegaran Birokrasi, Plt Gubernur SF Hariyanto Lantik 238 Pejabat Eselon III dan IV

Sebarkan artikel ini
Prosesi pengambilan sumpah jabatan dan pelantikan korps birokrat baru ini dipimpin langsung oleh Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur Riau, SF Hariyanto, bertempat di Gedung Daerah Balai Serindit, Kompleks Kediaman Gubernur, Pekanbaru, pada Selasa, 26 Mei 2026.

PEKANBARU – Pemerintah Provinsi Riau mengambil langkah taktis dalam merombak struktur internal birokrasi guna mengakselerasi mutu pelayanan publik dan mengawal ketuntasan berbagai program strategis daerah.

Langkah penyegaran roda pemerintahan ini diwujudkan melalui mutasi dan pelantikan massal ratusan pejabat struktural yang akan mengisi pos-pos strategis di lini administrator dan pengawas.

Kebijakan mutasi ini dirancang sebagai instrumen krusial untuk menciptakan postur tata kelola pemerintahan yang lebih adaptif, responsif, serta lincah dalam mengeksekusi kebijakan pembangunan di tengah dinamika kebutuhan masyarakat Bumi Lancang Kuning yang kian kompleks.

Prosesi pengambilan sumpah jabatan dan pelantikan korps birokrat baru ini dipimpin langsung oleh Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur Riau, SF Hariyanto, bertempat di Gedung Daerah Balai Serindit, Kompleks Kediaman Gubernur, Pekanbaru, pada Selasa, 26 Mei 2026.

Tercatat sebanyak 238 aparatur sipil negara yang memegang predikat eselon III dan IV secara resmi ditempatkan ke sejumlah Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di lingkungan Pemprov Riau.

Agenda sakral yang berlangsung pada akhir Mei tersebut turut dikawal dan disaksikan secara langsung oleh jajaran pejabat tinggi pratama serta para kepala dinas dan badan di tingkat provinsi.

Dalam pengarahan tegasnya di hadapan ratusan pasang mata pejabat yang baru dikukuhkan, Plt Gubernur SF Hariyanto melayangkan pesan menohok sekaligus pengingat moral yang mendalam mengenai esensi sebuah jabatan.

Ia secara blak-blakan menyentil adanya fenomena oknum-oknum yang kerap memburu dan mengemis jabatan dengan berbagai formula pendekatan non-prosedural, yang secara tegas telah ditolaknya demi menjaga muruah sistem merit di Riau.

SF Hariyanto meminta para pejabat terpilih untuk mengonversi rasa syukur mereka menjadi pembuktian kinerja nyata di lapangan, serta tidak terlena dalam zona nyaman kekuasaan.

Manajemen eksekutif Pemprov Riau menuntut adanya revolusi dan transformasi radikal pada pola kerja birokrasi, di mana paradigma lama yang cenderung monoton dan biasa-biasa saja harus segera ditinggalkan.

Setiap pejabat administrator dan pengawas yang baru dilantik pada akhir Mei 2026 ini diwajibkan menjadi motor penggerak di instansi masing-masing untuk melahirkan ritme kerja yang serbacepat, efektif, serta berorientasi pada hasil nyata (result-oriented).

Melalui penataan massal jajaran struktural ini, Pemprov Riau optimistis dapat memangkas sumbatan sumbatan birokrasi yang kaku demi mewujudkan performa pelayanan publik yang prima dan akuntabel.***

Narasi & Foto : Istimewa