Potret RiauPekanbaru

Program MBG Bantu Pemprov Riau Efisiensi Anggaran hingga Rp45 Miliar

27
×

Program MBG Bantu Pemprov Riau Efisiensi Anggaran hingga Rp45 Miliar

Sebarkan artikel ini
Kepala Dinas Komunikasi, Informatika dan Statistik (Diskominfotik) Provinsi Riau, Supriyadi.F-Istimewa

PEKANBARU – Pemerintah Provinsi Riau menyatakan dukungan penuh terhadap Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang menjadi salah satu program strategis nasional Pemerintah Pusat.

Program tersebut dinilai tidak hanya meningkatkan kualitas gizi peserta didik, tetapi juga memberikan dampak positif terhadap efisiensi anggaran daerah.

Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur Riau SF Hariyanto melalui Kepala Dinas Komunikasi, Informatika dan Statistik (Diskominfotik) Provinsi Riau, Supriyadi, mengatakan pelaksanaan Program MBG telah membantu mengurangi beban Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD), khususnya pada pembiayaan konsumsi siswa di sejumlah sekolah berasrama milik Pemerintah Provinsi Riau.

“Kehadiran program MBG telah membantu meringankan beban APBD, khususnya untuk pembiayaan makan dan minum siswa di tujuh sekolah boarding school milik Pemerintah Provinsi Riau. Nilainya cukup signifikan, mencapai sekitar Rp45 miliar,” ujar Supriyadi, Selasa (23/6/2026).

Menurutnya, efisiensi anggaran tersebut berasal dari pengalihan pembiayaan konsumsi siswa di beberapa sekolah di bawah pembinaan Pemerintah Provinsi Riau, seperti SMA Plus, SMA Pintar, SMA Olahraga, SMK Perikanan, SMK Pertanian, serta sejumlah sekolah kejuruan lainnya yang menerapkan sistem asrama.

Dengan terintegrasinya kebutuhan konsumsi siswa ke dalam Program MBG, pemerintah daerah memiliki ruang fiskal yang lebih luas untuk mendukung berbagai program prioritas lainnya.

“Melalui arahan Pak Plt Gubernur, Pemerintah Provinsi Riau tentu mendukung penuh Program MBG sebagai salah satu program strategis nasional yang memberikan manfaat langsung bagi masyarakat,” katanya.

Selain memberikan efisiensi anggaran, pelaksanaan Program MBG juga dinilai mampu mendorong pertumbuhan ekonomi daerah. Dana program yang disalurkan langsung kepada satuan pelayanan turut menciptakan perputaran ekonomi lokal serta memperkuat daya dukung daerah di tengah tantangan fiskal yang dihadapi saat ini.

Terkait adanya potensi penurunan pendapatan retribusi dari kantin-kantin sekolah akibat pelaksanaan MBG, Supriyadi menjelaskan bahwa Pemerintah Provinsi Riau telah menyiapkan langkah antisipatif melalui pelibatan dan pembinaan kantin sekolah dalam pengelolaan program tersebut.

Ia menyebutkan bahwa sesuai arahan Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Nanik S. Deyang, kantin sekolah dapat dimanfaatkan sebagai alternatif dapur penyedia makanan dalam Program MBG.

“Sesuai arahan Kepala BGN, kantin sekolah dapat dimanfaatkan sebagai alternatif dapur untuk Program Makan Bergizi Gratis. Karena itu, kami akan bersinergi dengan BGN agar ke depan kantin-kantin sekolah dapat dilibatkan dalam pelaksanaan program ini,” jelasnya.

Melalui sinergi tersebut, Pemerintah Provinsi Riau berharap Program MBG tidak hanya memberikan manfaat bagi peserta didik, tetapi juga membuka peluang ekonomi bagi pelaku usaha yang selama ini mengelola kantin sekolah.

Ke depan, Pemerintah Provinsi Riau menegaskan komitmennya untuk terus mendukung dan bersinergi dengan Pemerintah Pusat dalam menjalankan berbagai program strategis nasional, sehingga manfaatnya dapat dirasakan secara merata hingga ke daerah.