Tudingan dan Kecaman Mengalir Deras ke Walikota Pekanbaru Pasca Banjir - Cerdas - Kritik - Tajam

Tudingan dan Kecaman Mengalir Deras ke Walikota Pekanbaru Pasca Banjir

Diminta tanggung jawab Walikota Pekanbaru

Potret24.com, Pekanbaru – Tudingan dan kecaman dialamatkan kepada Walikota Pekanbaru pasca banjir besar yang melanda sejumlah wilayah di Kota Pekanbaru.

Terakhir kecaman datang dari Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (Walhi) Kota Pekanbaru. Pihaknya menilai buruknya tata Kota Pekanbaru menjadi penyebab timbulnya banjir.

Selain buruknya tata kota, Walhi juga menilai buruknya sistem drainase dan juga pendangkalan anak-anak sungai yang ada di Pekanbaru juga menjadi pemicu terjadinya banjir nyaris setiap turun hujan.

“Banjir ini menunjukan kota ini salah urus, permasalahan banjir dan sampah ini sebenarnya bisa dikendalikan dan dicegah dengan perencanaan tata kota yang memperhatikan aspek teknik,” cakap Direktur eksekutif Walhi, Riko Kurniawan, Rabu (31/03/2021).

Riko juga menilai, Walikota Pekanbaru, Firdaus yang notabenenya sebelum menjadi orang nomer satu di Pekanbaru adalah Kepala Dinas (Kadis) PUPR Provinsi Riau, seharusnya lebih paham dengan tata cara perencanaan kota, anak, sungai dan drainase.

“Seharusnya dia (Firdaus) lebih cakap, kita melihat dan juga khawatir dengan salah urusnya tata kelola dan manajeman di Kota Pekanbaru yang tidak memikirkan aspek-aspek keberlanjutan daya tampung dan daya dukung pembangunan,” jelasnya.

Lebih jauh, Riko juga mengatakan saat ini Pemko Pekanbaru hanya fokus melakukan pembangunan tanpa terlebih dahulu memperhatikan dampak yang akan ditimbulkan kepada masyarakat banyak.

Saat ini di Kota Pekanbaru sebenarnya belum mengalami musim hujan dengan intensitas yang ekstrim, namun karena banyaknya pembangunan yang mengabaikan aspek alam, menyebabkan drainase tidak saling terkoneksi sehingga daya tampung air tidak lagi memadai.

“Walhi melihat ini sangat miris, kalau hujan ekstrim ini pasti lebih luar biasa dampaknya,” tutup Riko. (gr)

Print Friendly, PDF & Email
X
English English Indonesian Indonesian Malay Malay
%d blogger menyukai ini:
Enable Notifications    OK No thanks