22 Juli 2024

Polres Muba dan Polda Sumsel lakukan penertiban tempat penyulingan minyak ilegal (ilegal refinery) yang ada di Kecamatan Keluang, Kabupaten Musi Banyuasin pada Kamis (6/6/2024). (Foto: Ika)

MUSI BANYUASIN – Dirkrimsus Polda Sumsel Kombes Pol Bagus Suro Pratomo Oktobrianto SIk dan Kapolres Muba AKBP Imam Safii SIk, M.Si memimpin langsung pelaksanaan penertiban tempat penyulingan minyak ilegal (ilegal refinery) yang ada di Kecamatan Keluang, Kabupaten Musi Banyuasin pada Kamis (6/6/2024).

Sebanyak lebih kurang 365 personel gabungan Polri (Subdit IV Tipidter Ditkrimsus Polda Sumsel, Brimob dan Polres Muba), TNI (Subdenpom Muba, Kodim 0401/Muba), Pol-pp Muba, Dinas Lingkungan Hidup dan Dinas Kesehatan Muba diturunkan dalam kegiatan penertiban tersebut.

Proses penertiban dilakukan secara persuasif dengan melibatkan pemilik Ilegal Refinery untuk melakukan pembongkaran secara mandiri yang pelaksanaannya diawasi oleh personel gabungan, dan ada juga pembongkaran dilakukan dengan menggunakan alat berat berupa exafator.

Tercatat untuk kegiatan penertiban yang dilaksanakan pada Kamis (6/6/2024) sebanyak 42 tungku ilegal refinery berhasil dibongkar yang pola operasionalnya dibagi dalam tiga lokasi, lokasi pertama pembongkaran dilakukan di Kelurahan Keluang sebanyak 12 tungku, lokasi kedua di Desa Loka jaya sebanyak 4 tungku dan Desa Mekar Sari sebanyak 6 tungku, dan lokasi ketiga di Cawang Kelurahan Keluang sebanyak 20 tungku dan dari 20 tungku tersebut 15 tungku dibongkar secara mandiri dan 5 tungku dibongkar dengan menggunakan alat berat berupa exafator.

Dirkrimsus Polda Sumsel Kombes Pol Bagus Suryo Pratomo Oktobrianto SIk saat dibincangi awak media seusai apel bersama kaitan kegiatan penertiban Ilegal Refinery yang ada di Keluang menjelaskan bahwa kegiatan ini dilaksanakan merupakan tindak lanjut dari instruksi Kapolda Sumsel Irjen Pol A Rachmad Wibowo seusai rapat koordinasi terkait ilegal drilling dan ilegal refinery di Mapolda Sumsel beberapa waktu lalu.

Sesuai pesan dari Kapolda, agar pelaksanaan kegiatan ini dilakukan dengan cara preemtif, preventif, tindakan yang terukur serta recovery, baik tempat maupun orangnya.

Demikian juga arahan kepada personel saat apel bersama, Dirkrimsus juga menjelaskan bahwa kegiatan ini akan dilaksanakan selama 4 hari dan bila perlu bisa lebih dipercepat, demikian juga pola tindakan yang harus dilakukan ialah dengan cara-cara persuasif sehingga diharapkan ada kesadaran sendiri pemilik ilegal refinery mau melakukan pembongkaran secara mandiri, juga dihimbauan kepada masyarakat untuk tidak lagi melakukan kegiatan ilegal refinery.

Terpantau dilapangan sebelum pelaksanaan penertiban sempat ada kegiatan unjuk rasa dari beberapa masyarakat yang diduga dari pemilik dan pekerja Ilegal refinery yang keberatan dengan adanya penertiban tersebut dan minta adanya solusi untuk penghidupan selanjutnya, namun situasi tetap aman dan kondusif. (Ika)

Print Friendly, PDF & Email

Related News