13 April 2024

Untuk pertama kalinya Senegal memiliki dua ibu negara usai presiden baru, Bassirou Diomaye Faye, memiliki dua orang istri. (Foto: AFP/KHADIDIATOU SENE)

SENEGAL – Untuk pertama kalinya Senegal memiliki dua ibu negara usai presiden baru, Bassirou Diomaye Faye, memiliki dua orang istri.

Faye memenangkan pemilihan presiden Senegal pada 24 Maret lalu dengan meraup suara terbanyak dengan jumlah 54,28 persen suara.

Saat penutupan kampanye Pemilu, ada hal menarik yang terjadi kala Faye berjalan ke panggung sambil menggenggam tangan dua perempuan. Kedua perempuan itu merupakan istri Faye bernama Marie Khone dan Absa.

Marie Khone merupakan istri pertama Faye berusia 44 tahun yang berasal dari desa yang sama dengan Faye. Mereka menikah 15 tahun lalu dan dikaruniai empat anak.

Sementara itu, Absa merupakan istri kedua Faye yang dinikahinya tahun lalu.

Dilansir dari AFP, ini merupakan pemandangan yang belum pernah terjadi sebelumnya di negara Afrika Barat tersebut.

Mantan Menteri Kebudayaan sekaligus profesor sejarah, Penda Mbow, mengatakan situasi ini merupakan hal baru di lingkup Istana Kepresidenan Senegal.

“Sampai sekarang, hanya ada satu orang ibu negara. Artinya, seluruh protokol harus ditinjau,” kata Mbow.

Poligami merupakan praktik tradisional dan religius yang banyak dilakukan warga Senegal, yang sebagian besarnya memeluk agama Islam.

Fenomena ini tersebar luas di Senegal, khususnya di wilayah-wilayah pedesaan. Warga Senegal menganggap poligami sebagai salah satu cara untuk memperluas silsilah keluarga.

Dalam Islam, laki-laki memang diperbolehkan untuk memiliki dua hingga empat istri, dengan syarat mampu secara finansial. Suami yang berpoligami diwajibkan berlaku secara adil terhadap istri-istri mereka, baik terkait nafkah fisik maupun batin.

Meski banyak orang yang berpoligami di Senegal, praktik ini pada kenyataannya memicu kontroversi.

Banyak perempuan Senegal yang memandang poligami sebagai kemunafikan dan ketidakadilan. Laporan Komite HAM PBB pada 2022 juga menyebut poligami menimbulkan diskriminasi terhadap perempuan dan karenanya praktik ini harus dihentikan.

Merespons perdebatan mengenai hal ini, Faye justru membanggakan kehidupan rumah tangga yang dia miliki.

“Saya memiliki anak yang cantik karena saya punya istri-istri yang luar biasa. Mereka sangat cantik. Saya berterima kasih kepada Tuhan karena mereka selalu mendukung saya sepenuhnya,” ujarnya seperti dilansir cnnindonesia.

Di Senegal, banyak warga yang belum mendaftarkan pernikahan mereka secara sah sehingga sulit untuk menyebutkan jumlah pasti kasus poligami.

Berdasarkan laporan badan statistik dan demografi nasional Senegal pada 2013, sebanyak 32,5 persen orang-orang yang menikah di Senegal terlibat dalam pernikahan poligami. (win)

Print Friendly, PDF & Email

Related News