13 April 2024

Kepala BBPOM Pekanbaru, Alex Sander didampingi Wadirkrimsus Polda Riau dan dinas terkait lakukan ekspose atas temuan pangan mengandung zat berbahaya, Senin (1/4/2024). (Foto: rls)

PEKANBARU – Balai Besar Pengawasan Obat dan Makanan (BBPOM) Pekanbaru selama Ramadan menemukan 2.467 produk makanan tanpa izin edar pada 21 sarana yang ada di Kota Pekanbaru.

Kepala BBPOM Pekanbaru Alex Sander kepada media menjelaskan, pihaknya telah melaksanakan pengujian cepat 440 sampel pangan pada 6 kabupaten/kota wilayah kerja BBPOM di Pekanbaru. Pengawasan ini dilaksanakan dalam rangka pengawalan keamanan pangan bagi masyarakat jelang Idulfitri 1445 H.

“Dari seluruh sampel tersebut, 429 (97,5 persen) diantaranya bebas dari bahan berbahaya dan 11 (2,5 persen) sampel ditemukan mengandung bahan berbahaya, jenis boraks. Temuan boraks tersebut terdapat pada kerupuk tempe, kerupuk nasi dan kerupuk merah,” kata Alex Sander, Senin (1/4/2024).

Selain itu, BBPOM Pekanbaru menemukan 2.467 pisis produk dari 86 item tanpa izin edar atau ilegal. Seluruh produk ini disita dalam pelaksanaan intensifikasi pengawasan pangan olahan di sejumlah importir, distributor, grosir, swalayan hingga toko selama bulan Ramadan,” ujarnya.

Dijelaskan, intensifikasi pengawasan pangan dilakukan bersama lintas sektor yakni Dinas Kesehatan, Dinas Perindustrian dan Perdagangan dan Satpol PP Provinsi Riau.

“Selama Maret 2024, Balai Besar POM di Pekanbaru telah melakukan intensifikasi pengawasan pangan terhadap 71 sarana peredaran pangan dengan hasil 50 sarana memenuhi ketentuan dan 21 sarana tidak memenuhi ketentuan. Pada sarana yang tidak memenuhi ketentuan ditemukan 86 item produk pangan tanpa izin edar, palsu dan expire dengan jumlah 2.467 pcs dengan nilai ekonomi total Rp 168 juta,” lanjutnya.

Terhadap produk pangan tersebut saat ini telah diamankan dan akan dilakukan pemusnahan. Selain itu, pemilik produk telah diberikan sanksi berupa peringatan.

Selain pemeriksaan sarana distribusi pangan, petugas BBPOM Pekanbaru juga melakukan sampling dan uji cepat terhadap pangan olahan yang dijual di pasar tradisional dan sentra takjil.

“Kami melaksanakan uji cepat terhadap makanan siap saji. Dengan alat uji cepat (rapid test) dapat segera diketahui jika ada kandungan bahan berbahaya dalam pangan,” ujarnya.

Selanjutnya, BBPOM Pekanbaru juga melakukan edukasi secara langsung kepada para pedagang dan konsumen melalui pemberian leaflet tentang arti pentingnya keamanan pangan.

“Melalui kegiatan komunikasi, informasi dan edukasi (KIE) diharapkan dapat membentuk konsumen yang cerdas dan bijak yang mampu melindungi diri dan keluarga dari pangan yang tidak aman dan beresiko terhadap Kesehatan,” pungkasnya. (win/rls)

Print Friendly, PDF & Email

Related News