13 April 2024

Kepala Kebangpol Pekanbaru, Syoffaizal. (Foto: Ades)

PEKANBARU – Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kota Pekanbaru dan International of Migration (IOM) membahas tempat pengungsian bagi etnis Rohingya yang masuk secara ilegal. Saat ini ada sekitar 191 orang etnis Rohingya yang berkeliaran di sekitar Rumah Detensi Imigrasi (Rudenim) Pekanbaru.

“Memang ada, pengungsi dari etnis Rohingya yang berada di depan Rudenim atau sekitar belakang kawasan Purna MTQ. Hal ini disebabkan tak tersedianya Community House,” kata Kepala Badan Kesbangpol Pekanbaru Syoffaizal, Rabu (27/3/2024).

Ia menuturkan, bahwa Community House yang ada saat ini sudah penuh. Community House hanya ada 7 kamar untuk single (belum memiliki istri atau suami).

“Jadi, pengungsi yang sudah berkeluarga tak bisa digabung dengan single. Sehingga, mereka (191 orang Rohingya itu) tak tertampung,” terang Syoffaizal.

Fasilitas Community House ini disediakan IOM dan UNHCR. Sementara, 191 etnis Rohingya ini datang secara sporadis ke Pekanbaru.

“Artinya, kedatangan mereka tanpa kordinasi dengan Satgas Penanganan Pengungsi dari Luar Negeri (PPLN). Sedangkan yang terkordinasi PPLN dari Aceh hingga Pekanbaru sebanyak 119 orang, normal saja,” jelas Syoffaizal.

Pengungsi Rohingya dari jalur resmi ini dikawal dari Provinsi Aceh hingga ke Pekanbaru. Pemko Pekanbaru menyediakan tempat tinggal bagi pengungsi Rohingya ini.

“Sedangkan pengungsi yang lainnya ini datang tak sesuai prosedur. Kami bersama Satgas PPLN tetap memikirkan 191 orang ini,” ungkap Syoffaizal.

Ia menambahkan, bahwa pemerintah dan IOM berupaya agar para pengungsi Rohingya ini bisa ditampung. Sementara itu, Rudenim bukan tempat pengungsian. Saat ini, ada sekitar 129 orang Rohingya di Rudenim.

“Sebenarnya, tujuan utama para pengungsi Rohingya ini ke Malaysia,” pungkasnya. (Ades)

Print Friendly, PDF & Email

Related News