Prostitusi Online di Mataram Diciduk, di Pekanbaru Dirawat dan Dijaga - Cerdas - Kritik - Tajam

Prostitusi Online di Mataram Diciduk, di Pekanbaru Dirawat dan Dijaga

PSK diamankan

Potret24.com, Pekanbaru – Terhadap kasus serupa diduga ada perbedaan perlakuan yang diterima. Seperti kasus prostitusi online yang belakangan ini sangat marak.

Polda Nusa Tenggara Barat menangkap tiga wanita terkait prostitusi online di Kota Mataram, Selasa (06/04).

Dari ketiga wanita tersebut, dua di antaranya berasal dari Banyuwangi, Jawa Timur yakni DM dan NR.

Sementara satu wanita lagi, CM, bertindak sebagai muncikari, berasal dari Jakarta. CM masih berstatus sebagai mahasiswi.

Dirreskrimum Polda NTB Kombes Pol Hari Brata mengatakan, kasus ini terungkap berawal dari laporan masyarakat yang menduga di salah satu hotel ada wanita yang menyediakan jasa prostitusi online.

Aparat Polda NTB kemudian menyelidiki informasi tersebut. Setelah memastikan informasi tersebut akurat, polisi langsung melakukan penggerebekan.

Kamar yang digerebek yaitu nomor 618 dan 718. Dari sana berhasil diamankan ketiga orang tersebut.

“Saat ini masih dilakukan pemeriksaan oleh penyidik,” kata Hari, Selasa (6/4), seperti dikutip dari Radar Lombok.

Kanit Asusila Ipda Baiq Dewi Yusnaini menambahkan, ketiga wanita itu mulai tinggal di NTB sejak 31 Maret 2021.

Sebelum ke NTB, ketiga wanita itu pernah di Surabaya (Jatim) dan Bali.

“Ketiganya sengaja datang ke NTB karena mendapat informasi bahwa di sini banyak peminat,” ujarnya.

Selama berada di NTB, ketiga wanita itu sudah melayani 37 pria hidung belang. Per hari biasanya melayani satu sampai empat orang.

Untuk model transaksinya, sang muncikari menawarkan melalui media sosial. Setelah terjadi kesepakatan baru kemudian diajak bertemu di hotel.

Selama beberapa hari di NTB ini sang muncikari sudah mengantongi omzet sekitar Rp 37 juta. Ipda Dewi belum memastikan berapa jumlah uang yang diberikan si muncikari kepada dua wanita lainnya.

Penyidik juga masih mengembangkan kasus ini guna mengungkap apakah CM memiliki jaringan lainnya atau tidak.

“Ini masih kami kembangkan,” ujarnya.

Pelaku CM yang dikonfirmasi hanya bisa menangis di ruang penyidik. Dari pengungkapan itu, petugas mengamankan sejumlah barang bukti di antaranya alat kontrasepsi, pelumas, uang, pakaian dan beberapa barang bukti lainnya.

Sementara itu kasus serupa juga acap terjadi di Kota Pekanbaru. Namun aparatur Satpol PP Pekanbaru terkesan takut untuk melakukan penindakan. Akibatnya hingga saat ini disinyalir ada 300 PSK yang berada di sejumlah hotel d Pekanbaru.

Mereka dipastikan bebas melakukan aktivitas seksual diduga akibat perlindungan pihak hotel maupun Satpol PP Pekanbaru.

Bahkan hotel yang sempat tertangkap basah melakukan aktivitas prostitusi seperti Hotel Sabina hingga saat ini diduga masih melakukan hal yang sama.

“Masih berlangsung sepert biasa. Sepertinya mereka tidak takut untuk ditangkap dan diproses. Sejumlah PSK masih berkeliaran di Hotel Sabrina,” tegasnya Sugianto, warga Bengkalis yang sempat menginap di Hotel Sabrina. (gr)

Print Friendly, PDF & Email
X
English English Indonesian Indonesian Malay Malay
%d blogger menyukai ini:
Enable Notifications    OK No thanks