22 Juli 2024

Insial RH pengedar narkotika berhasil diamankan polisi. (Foto: Ika)

MUSI BANYUASIN – Polsek Batanghari Leko Polres Musi Banyuasin, tidak tinggal diam setelah menerima informasi adanya suatu tempat di wilayah hukumnya sering ada kegiatan transaksi Narkoba, sehingga pada Selasa (28/5/2024) sekira pukul 02.00 WIB setelah mendalami informasi tersebut, personel unit Reskrim Polsek Batanghari Leko langsung melakukan pemeriksaan di tempat yang dimaksudkan dari pemberi informasi yaitu di Dusun VI, Desa Tanah Abang, Kecamatan Batanghari Leko.

Hasil pemeriksaan polisi berhasil mengamankan terduga pelaku atas nama RH (23) berikut barang bukti berupa 8 paket diduga narkotika jenis shabu, dengan berat bruto 2,33 gram yang ditemukan di dalam wadah plastik berbentuk telur warna hijau.

Kapolres Muba AKBP Imam Safii SIk, MSi melalui Kapolsek Batanghari Leko Iptu Nasirin SH, MH saat dikonfirmasi, Minggu (2/6/2024) membenarkan adanya pengungkapan kasus narkoba diwilayahnya.

“Ya, berkat informasi dari masyarakat tentang adanya peredaran narkoba di Tanah Abang, kami berhasil mengamankan terduga pelaku RH berikut barang buktinya 8 paket diduga narkotika jenis Shabu yang dibungkus dalam plastik klip bening dan disimpan di dalam wadah plastik berbentuk telur warna hijau,” ungkapnya.

Nasirin mengapresiasi dan berterima kasih ada warga yang masih perduli dan mau menginformasikan adanya peredaran Narkoba diwilayahnya, karena kami menyadari tanpa dukungan serta kerjasama dengan masyarakat kami akan kesulitan mengungkap kasus Narkoba ini, Alhamdulillah masih ada yang peduli, sehingga secara tidak langsung sudah membantu menyelamatkan anak bangsa dari kerusakan mental dan moral yang disebabkan oleh Narkoba.

“Dalam kasus ini terduga pelaku berikut barang buktinya telah kami limpahkan ke Satres Narkoba Polres Muba untuk proses penyidikan lebih lanjut,” ujarnya.

Terpisah Kasatres Narkoba AKP Tomy Prambana SIK, MH, MSi membenarkan telah menerima pelimpahan perkara Narkoba dari Polsek Batanghari Leko, dan saat ini sedang dalam proses penyidikan.

“Tersangka atas nama RH kami jerat dengan pasal 114 ayat (1) subsider pasal 112 ayat (1) undang-undang RI Nomor 35 tahun 2009 tentang narkotika yang ancaman hukunan minimal 5 tahun penjara, maksimal 20 tahun penjara dan pidana denda paling sedikit 1 milar rupiah, paling banyak 20 miliar rupiah, tutup Tomy. (Ika)

Print Friendly, PDF & Email

Related News