
Ribuan imigran ilegal ditangkap di AS sejak Donald Trump kembali menjabat di Gedung Putih. (Foto: REUTERS/Henry Romero)
JAKARTA – Kementerian Luar Negeri RI (Kemlu RI) mencatat bahwa sebanyak 66.000 Warga Negara Indonesia (WNI) berada di Amerika Serikat. Namun, pihaknya meyakini bahwa masih banyak WNI lainnya yang belum tercatat.
Direktur Perlindungan WNI dan Badan Hukum Indonesia Kemlu RI, Judha Nugraha, mengatakan bahwa WNI yang berstatus imigran ilegal di AS rentan dieksploitasi dan mengalami permasalahan lainnya. Oleh karena itu, pemerintah RI menekankan pentingnya mematuhi hukum dan imigrasi yang berlaku di negara setempat.
Saat ini, Amerika Serikat sedang memperketat keimigrasian di bawah pemerintahan Presiden Donald Trump. Ribuan imigran ilegal telah dideportasi keluar AS, dan pemerintah RI khawatirkan nasib WNI yang berada di sana.
Pemerintah RI hanya akan memberikan perlindungan seperti pendampingan hukum kepada WNI yang berstatus ilegal di AS, dan tidak akan berusaha membebaskan mereka dari kesalahan keimigrasian.
“Tugas negara dan tugas perwakilan RI bukan membebaskan mereka dari kesalahan keimigrasian Amerika Serikat, namun melakukan pendampingan hukum kepada mereka agar semua hak-hak yang disediakan oleh hukum yang ada di Amerika itu betul-betul dipenuhi,” ucap Judha seperti dilansir cnnindonesia.
“Terkait apakah yang bersangkutan kemudian akan bebas atau tidak, itu kita serahkan kepada proses hukum yang ada di Amerika Serikat,” lanjutnya.
Judha menekankan penanganan perlindungan yang paling utama menurutnya ialah perlindungan diri sendiri dengan mematuhi hukum yang berlaku di negara setempat.
Mematuhi hukum dan imigrasi suatu negara artinya WNI akan terbebas dari kerentanan.
“Jadi status undocumented ini jangan dianggap remeh karena dengan status undocumented, posisi mereka akan menjadi rentan. Nah ketika rentan, rentan dieksploitasi, rentan mendapatkan permasalahan yang lain dan bahkan ketika meninggal susah untuk dilakukan, contohnya yang di Malaysia,” ujar Judha.
Sementara itu, AS tengah memperketat keimigrasian sejak Presiden Donald Trump resmi menjabat pada 20 Januari lalu. Usai dilantik, Trump bahkan langsung meneken ratusan perintah eksekutif yang sebagian bersangkutan soal pengetatan perbatasan dan keimigrasian AS.
Ribuan imigran ilegal di AS juga telah dideportasi keluar AS terhitung sejak Trump kembali duduk di Gedung Putih. Beberapa waktu terakhir, AS bahkan mendeportasi dan menerbangkan ratusan imigran ilegal ke negara asal terutama di Amerika Latin. (win)