13 April 2024

Kondisi payung elektrik Mesjid Annur Pekanbaru. (Foto: Fin)

PEKANBARU – Payung elektrik raksasa di halaman Masjid Agung An-Nur Pekanbaru diduga kembali rusak. Rangka besi payung nomor lima terlihat terbuka dengan kondisi sling dan material terpal menguncup ke bawah. Tahun lalu, payung nomor satu dan tiga juga rusak usai hujan deras.

Kondisi payung tersebut menjadi perhatian masyarakat sebab diketahui telah menelan dana sebesar Rp42.915.600.000.

Anggota Komisi IV DPRD Riau yang membidangi pembangunan dan pekerjaan umum Sugeng Pranoto mengungkapkan bahwa ia juga melihat secara langsung kondisi payung elektrik masjid Annur.

“Beberapa waktu lalu, awal Ramadan saya juga salat tarawih di sana. Memang ada payung yang tidak kompak dengan kawan-kawannya. Yang saya lihat waktu itu semuanya menguncup, satu mekar sendiri,” ucap dia, Senin (25/3/2024).

Untuk itu, Sugeng meminta Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Riau untuk bertindak cepat dan proaktif menyelesaikan persoalan payung elektrik yang terus menjadi sorotan masyarakat itu.

“Tolong PUPR agak sedikit proaktif apalagi sebentar lagi Idul Fitri, mudah-mudahan di Masjid Annur itu bisa berfungsi dengan baik sehingga masyarakat khususnya jamaah Masjid Annur bisa merasa lebih nyaman dan lebih khusyuk karena fasilitas di Masjid Annur khususnya payung elektrik itu bisa berfungsi dengan sempurna,” pintanya.

Mengenai permasalahan dengan kontraktor, Sugeng meminta hal tersebut jangan menjadi alasan kondisi payung elektrik dibiarkan berlarut-larut.

“Dari PUPR itu kan kewenangannya full, mutlak PUPR. Harus mencari solusi lah ya kan. Kalaupun (kontrak) memang diputus dan kontraktor merasa tidak ada kewajiban, harusnya PUPR punya inisiatif lain,” ujarnya.

Sugeng menyarankan agar Dinas PUPR Riau mencari teknisi dari daerah lain yang telah terlebih dahulu menjalankan proyek payung elektrik.

“Teknisi-teknisi kan banyak, dan masjid-masjid yang punya pengalaman untuk pasang payung elektrik kan tidak hanya Riau. Salah satu yang usianya mungkin di atas 5 tahun ya masjid di Jawa Tengah, itu juga punya payung elektrik. Barangkali bisalah komunikasi dengan PUPR Jawa Tengah. Kita gak kekurangan biaya, yang penting ada kemauan,” pungkasnya. (fin)

Print Friendly, PDF & Email

Related News