13 April 2024

Ilustrasi: Gempa 6,9 SR di Papua Nugini menghancurkan lebih dari 1.000 rumah. (Foto: Dok PTWC)

PORT MORESBY – Sebanyak lima orang tewas dan 1.000 rumah hancur, usai gempa magnitudo 6,9 mengguncang negara tetangga RI Papua Nugini pada Minggu (24/3/2024) dini hari waktu setempat.

“Sejauh ini sekitar 1.000 rumah hancur,” kata Gubernur Sepik Timur Papua Nugini, Allan Bird, dikutip AFP.

Komandan polisi Provinsi Sepik Timur, Christopher Tamari, mengatakan pihak berwenang sejauh ini mencatat lima kematian setelah bencana tersebut.

Tamari menyebut lantaran tim darurat masih melakukan perjalanan ke wilayah terpencil dan tertutup hutan, jumlah korban jiwa bisa bertambah.

Akibat gempa tersebut seperti dilansir cnnindonesia, lusinan desa yang terletak di tepi Sungai Sepik yang terkenal di negara itu, mengalami banjir. Foto-foto juga menunjukkan rumah kayu beratap jerami yang rusak ambruk karena terendam banjir setinggi lutut.

Gubernur Bird mengatakan ada kebutuhan mendesak untuk menyalurkan pasokan medis, air minum bersih, dan tempat perlindungan sementara ke zona bencana.

Gempa bumi biasa terjadi di Papua Nugini, yang terletak di puncak “Cincin Api” seismik. Meskipun bencana ini jarang menimbulkan kerusakan luas di dataran tinggi, namun gempa bisa memicu tanah longsor.

Papua Nugini juga berada di peringkat ke-16 negara yang paling berisiko terhadap perubahan iklim dan bencana alam, menurut Indeks Risiko Dunia tahun 2022. (win)

Print Friendly, PDF & Email

Related News