Nyaris 280 Ribu Anak di AS Terinfeksi Corona - Cerdas - Kritik - Tajam

Nyaris 280 Ribu Anak di AS Terinfeksi Corona

Potret24.com, Washington DC – Data dari Pusat Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (CDC) Amerika Serikat (AS) menyatakan nyaris 280 ribu anak usia sekolah terinfeksi virus Corona (COVID-19). Data itu mencakup periode waktu antara 1 Maret hingga 19 September tahun ini.

Seperti dilansir AFP, Selasa (29/9/2020), angka tersebut diungkapkan dalam data CDC yang dirilis pada Senin (28/9) waktu setempat. Disebutkan dalam laporan CDC bahwa angka itu menyumbang sekitar 4 persen dari total kasus Corona pada periode yang sama.

CDC juga melaporkan bahwa anak-anak berusia 12-17 tahun disebut dua kali lipat lebih mungkin terinfeksi Corona dibandingkan anak-anak berusia 5-11 tahun.

Data CDC itu dimaksudkan untuk membantu menetapkan dasar dalam memantau tren penularan Corona karena beberapa sekolah telah kembali ke kegiatan belajar-mengajar secara langsung.

“Studi sekolah menunjukkan bahwa pembelajaran secara langsung dapat berlangsung aman di tengah masyarakat dengan tingkat penularan SARS-CoV-2 yang rendah, namun mungkin meningkatkan risiko penularan di tengah masyarakat dengan penularan yang sudah tinggi,” demikian bunyi laporan CDC itu.

Laporan itu menyampaikan lebih banyak data untuk tren yang sudah diketahui, seperti bahwa kelompok minoritas Hispanik dan kulit hitam berada pada risiko tinggi untuk terinfeksi Corona sangat parah, sama halnya dengan anak-anak yang memiliki penyakit bawaan.

Secara keseluruhan, menurut data CDC, ada 277.285 anak yang terinfeksi Corona antara periode Maret hingga pertengahan September. Dari jumlah itu, sebanyak 3.420 anak dirawat di rumah sakit, 404 anak lainnya menjalani perawatan intensif dan 51 anak meninggal dunia.

Jika dibagi berdasarkan kelompok usia, anak-anak dengan usia 5-11 tahun menyumbang 101.503 kasus dan 20 kematian, sedangkan anak-anak dengan usia 12-17 tahun menyumbang 175.782 kasus dan 31 kematian.

Meskipun risiko Corona terhadap anak-anak relatif rendah, para pakar kesehatan lebih mengkhawatirkan soal risiko penularan terhadap anak dari orangtua atau kakek-nenek mereka. Penyakit paru-paru kronis, termasuk asma dan penyakit obstructive pulmonary kronis (COPD), menjadi penyakit bawaan paling umum.

Laju penularan Corona sangat bervariasi di berbagai wilayah dan otoritas setempat diimbau memantau secara saksama situasi di masing-masing wilayah sebelum memutuskan untuk membuka kembali pembelajaran langsung. (gr)

Print Friendly, PDF & Email
X
%d blogger menyukai ini: