free website hit counter

Menyedihkan, Tak Satupun Pejabat Pemkab Kepulauan Meranti Jenguk Kafilah MTQ di Rohil

Potret24.com- Kafilah Kepulauan Meranti yang mengikuti Musabaqoh Tilawatil Quran (MTQ) XL Provinsi Riau di Kabupaten Rokan Hilir mendapatkan perhatian dari beberapa pihak yang terenyuh melihat kondisi para qori dan qoriah setelah tidak mendapatkan perhatian dari pemerintah daerah.

Ironisnya, perhatian itu malah datang dari orang lain, bukan justru pejabat Pemkab maupun anggota DPRD Kabupaten Kepulauan Meranti. Mereka diantaranya mantan ASN Kepulauan Meranti, Rony Samudra, mantan Gubernur Gubernur Riau, Wan Abu Bakar, anggota DPR RI, Syamsurizal dan Sekretaris LPTQ Pusat, Rijal Ahmad Rangkuti didampingi Ketua LPTQ Provinsi Riau, H Ahmad Syah Harrofie.

Kedatangan mereka adalah untuk memberikan support dan dukungan moril kepada kafilah, walaupun saat ini tidak mendapatkan dukungan sama sekali dari pemerintah daerah. Berbekal dengan semangat, kafilah Kepulauan Meranti berangkat dari hasil donasi masyarakat yang mempunyai rasa kepedulian tinggi terhadap syiar agama Islam tersebut.

Seraya memberikan bantuan, Anggota DPR RI, Syamsurizal merasa iba dengan kafilah asal Kepulauan Meranti, yang ternyata diketahui dari 14 orang hanya setengahnya saja yang berangkat.

“Saya sangat iba terhadap kafilah Meranti. Maka saya berharap kedepan perlu dianggarkan dengan dana yang memadai, toh MTQ ini bukan sekedar untuk jadi juara, tapi bagaimana pembinaan dan pemahaman wahyu Ilahi itu perlu dikembangkan di tengah masyarakat,” kata Syamsurizal.

Ketua DPW PPP Riau ini menambahkan, bahwa Kabupaten Meranti merupakan sumber dari para qari qariah Provinsi Riau, maka dirinya sangat terharu dengan kafilah yang tetap berangkat dengan kondisi seadanya.

“Terima kasih kepada tokoh masyarakat yang menyertai qori qoriah untuk ikut MTQ provinsi,” tukasnya.

Sementara itu mantan Wakil Gubernur, Wan Abu Bakar yang datang ke Pemondokan Kafilah Kepulauan Meranti yang berada di Jalan Kecamatan, Kelurahan Bagan Punak, Kota Bagan Siapiapi, Minggu (24/7/2022) pagi ini menyebutkan kafilah Kepulauan Meranti dengan sebutan kafilah tidak formal, karena memang tidak ada pembiayaan dan perhatian dari pemerintah daerah.

“Para qori dan qoriah di kafilah Kepulauan Meranti yang mengikuti MTQ Riau hari ini mempunyai semangat yang membara. Jika kami harus menyebutkan istilahnya kafilah tidak formal karena tidak resmi diberangkatkan oleh Pemkab Kepulauan Meranti dan Bupati H Adil. Kita tidak tahu apa alasannya, yang jelas mereka ini mempunyai semangat yang tinggi untuk mengharumkan nama kabupaten,” kata Wan Abu Bakar.

Official pendamping Kafilah Kabupaten Kepulauan Meranti, Zulkhairil mengungkapkan jika keberangkatan para qori dan qoriah ini berdasarkan pendaftaran yang dilakukan oleh LPTQ Kepulauan Meranti.

“Awal mulanya yang didaftarkan itu sebanyak 14 orang qori dan qoriah, namun sehari jelang keberangkatan, Pemkab menyatakan tidak jadi mengirim kafilah hingga menyisakan 7 orang dengan berbagai alasan,” kata Zulkhairil.

Zulkhairil yang selama 10 tahun berada di kepengurusan LPTQ itu merasa mempunyai kepedulian untuk tetap memberangkatkan para qori dan qoriah.

“Saya waktu itu dikontak untuk mendampingi kafilah untuk tetap berangkat mengikuti MTQ Riau. Demi marwah dan nama baik kabupaten saya bersedia untuk ikut. Beruntung saja kita punya masyarakat yang mempunyai kepedulian tinggi, dari hasil donasi mereka lah kita bisa berangkat,” ujar Zulkhairil.

Mantan Ketua LPTQ Kepulauan Meranti itu juga memaparkan jika prestasi qori dan qoriah tidak perlu diragukan. Sebagai pendatang baru, Kabupaten Kepulauan Meranti sudah meraih tiga kali juara umum 2 tingkat Provinsi Riau. Selain itu sudah banyak juga qori dan qoriah ini dikirim untuk mengikuti kejuaraan di tingkat nasional.

“Prestasi qori dan qoriah kita ini sangat luar biasa, dimana dengan pembinaan yang bagus kita bisa meraih juara umum 2 MTQ Riau sebanyak tiga kali. Selain itu kita juga pernah mengirimkan peserta terbanyak dari Riau untuk mengikuti MTQ nasional di Batam,” ungkapnya.

“Untuk itu dengan kerendahan hati, saya

menyambut keinginan masyarakat Kabupaten Kepulauan Meranti untuk membawa kafilah ini mengikuti MTQ Riau ke-40, Inshaa Allah kita bisa mempertahankan prestasi ini walaupun peserta kita minim,” ujarnya lagi.

Ditambahkan Zulkhairil, bahwa keberangkatan kafilah mengikuti MTQ Riau itu juga untuk menjawab keprihatinan orang-orang yang mengatakan para qori dan qoriah tidak berkualitas.

“Masyarakat Kepulauan Meranti itu hebat, mereka mengumpulkan koin seribu hingga terkumpul dengan jumlah yang besarbesar ditambahkan dengan donasi yang lain, alhamdulillah kita bisa berangkat. Ini juga untuk menjawab keprihatinan orang-orang yang mengatakan kita ini tidak berkualitas dan menjawab tantangan yang telah melontarkan pernyataan itu. Dimana seharusnya perhatian itu diberikan oleh rumah besar yang bernama pemerintah daerah,” ucapnya.

Sangat disayangkan jika tidak melibatkan anak-anak ini dalam ajang MTQ tingkat Provinsi Riau ini. Saya memandang MTQ ini merupakan hari raya bagi para qori dan qoriah. Jadi anak-anak yang telah dilatih ini,

untuk mengukur kemampuan, kehebatan kepintaran mereka ya melalui MTQ ini. Istilahnya MTQ ini merupakan hari rayanya para qori dan qoriah, kalau hanya setakat dibina, dan tidak memberikan kesempatan untuk mengikuti lomba, kita tidak tahu kualitas anak-anak dalam meningkatkan mutu bacaan,” tuturnya.

Dalam selingannya, Wan Abu Bakar menyinggung perhelatan MTQ tingkat Kabupaten Kepulauan Meranti ke XIII tahun 2022 yang dipusatkan di Desa Alai, Kecamatan Tebingtinggi Barat yang juga dimaksudkan untuk seleksi qori dan qoriah mengikuti MTQ Riau.

“Para qori dan qoriah ini kan sudah terseleksi dengan baik di MTQ tingkat kabupaten, dimana saya lihat kegiatannya sangat meriah, lalu kenapa pula ini tidak dikirimkan secara resmi, apa sebabnya, apakah anggaran tidak ada atau bagaimana, kalau tidak ada APBD kan bisa melalui sumbangan,” tanya Wan.

Zulkhairil menambahkan lagi, dia mengatakan tidak mungkin batalnya keberangkatan kafilah ini hanya karena persoalan anggaran.

“Kalau soal anggaran tidak mungkin, karena ini rutinitas sifat kegiatannya, dan juga telah dibunyikan dalam SK dua menteri, jadi tidak mungkin lah rasanya jika kita menyebutkan jika tidak ada uang, namun persoalan lainnya seperti apa, saya tidak tahu,” kata Zulkhairil menimpali.

Terakhir, Wan Abu Bakar meminta kepada para qori dan qoriah untuk fokus bertanding mengharumkan nama daerah.

“Kita tidak usah menyalahkan siapa, namun kita fokus bertanding menyelamatkan nama baik Meranti. Saya sebagai orang Meranti mengharapkan agar ada keberkahan bagi daerah dan pemimpin nya juga benar. Mudah-mudahan apa yang kita harapkan mendapatkan hasil yang terbaik,” pungkasnya.

Print Friendly, PDF & Email
%d blogger menyukai ini:
Enable Notifications OK No thanks