Masih Ada Kebakaran Lahan Gambut di Siak dan Pelalawan - Cerdas - Kritik - Tajam

Masih Ada Kebakaran Lahan Gambut di Siak dan Pelalawan

Potret24.com, Pekanbaru – Kebakaran hutan dan lahan (karhutla), masih terus terjadi di Riau hingga Kamis (25/7). Kali ini Satgas Penanganan Karhutla Provinsi Riau fokus memadamkan kebakaran lahan gambut di Kabupaten Siak dan Pelalawan.

“Hari ini pendinginan di Siak dan Langgam Pelalawan. Insyaallah’clear’ (padam, red.) lah,” kata Wakil Komandan Satgas Karhutla RiauEdwar Sanger di Pekanbaru.

Berdasarkan data operasi pemadaman Satgas Karhutla, petugas gabungan melaksanakan pemadaman dan pendinginan lanjutan di Kampung Sri Gemilang, Kecamatan Koto Gasib, Kabupaten Siak. Personel yang dilibatkan, antara lain 17 pemadam kebakaran Koto Gasib, regu pemadam kebakaran dari perusahaan PTWSSI, PTVAN, dan Manggala Agni.

Di Kabupaten Pelalawan, pemadaman dan pendinginan lanjutan berlangsung di Desa Pangkalan Gondai, Kecamatan Langgamdan Desa Genduang, Kecamatan Pangkalan Lesung. Personel yang dilibatkan di antaranya 21 polisi, 14 TNI, 45 satgas gabungan pemda, dan 84 warga setempat.

Pemadaman kebakaran juga terus dilanjutkan di Kecamatan Teluk Meranti, Kabupaten Pelalawan. Personel yang dilibatkan, di antaranya 15 polisi, sembilanTNI, sembilan anggotasatgas gabungan pemda, dan 112 warga setempat. Proses pemadaman kebakaran lahan gambut di Teluk Meranti sudah berlangsung lebih dari empat hari.

Sementara itu, warga di sejumlah area di Kota Pekanbaru terpaksa mengurangi aktivitas di luar rumah akibat kabut asap pada Kamis pagi.

Seorang warga setempat, Bagus Himawan, mengatakan bau asap kebakaran terasa di pusat kota. Warga yang setiap pagi biasanya berolahraga di sekitar Masjid Raya An Nur Pekanbaru terpaksa menghentikan kegiatan mereka.

“Tadi jalan pagi di Masjid An Nur, bau asapnya agak menyengat memang. Komunitas senam Wai Tangkung yang biasa beraktivitas di pelataran An Nur menghentikan kegiatannya. Biasanya mereka senam ada beberapa sesi hingga pukul 08.00 WIB. Tapi tadi, dari pengeras suara, instrukturnya menyebutkan cukup satu sesi ini saja karena bau asap agak menyengat,” katanya, seperti dimuat Antarariau.com.

Pada kesempatan sebelumnya, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) manyatakan luas karhutla di Indonesia hingga 17 Juli 2019 mencapai 42.740,42 hektare. Kebakaran dilaporkan terjadi di 24 provinsidan yang paling luas di Riau mencapai 27.683,47 hektare.

Riau juga tercatat sebagai daerah dengan jumlah titik panas terbanyak selama 2019, yakni 2.960 titik. Pemprov Riau sudah menetapkan status siaga darurat karhutla mulai 19 Februari hingga 31 Oktober 2019. (lis)

Print Friendly, PDF & Email
X
%d blogger menyukai ini: