Keluhkan Jalan Rusak dan Banjir, Seorang Advokat Kirim Surat Terbuka ke Bupati dan DPRD Asahan - Cerdas - Kritik - Tajam

Keluhkan Jalan Rusak dan Banjir, Seorang Advokat Kirim Surat Terbuka ke Bupati dan DPRD Asahan

Potret24.com, Asahan – Terkait jeleknya Infrastruktur jalan di Desa Perhutaan Silau menuju Desa Taman Sari Kecamatan Pulo Bandring Kabupaten Asahan, membuat seorang Advokat yang juga warga setempat mengirimkan surat terbuka kepada Bupati Asahan dan DPRD Asahan, Senin (23/8/2021)

Dalam suratnya, Hendra Gunawan SH MH Advokat/Pengacara warga Dusun IV Desa Taman Sari Kecamatan Pulo Bandring Kabupaten Asahan, mewakili masyarakat Desa Taman Sari Kecamatan Pulo Bandring Kabupaten Asahan menyampaikan keluhan yang selama beberapa tahun belakangan ini mereka rasakan.

“Keadaan seperti ini bertahun-tahun kami rasakan jalan berdebu ketika musim panas, banjir dan berlumpur ketika musim hujan, jatuh terperosok, kendaraan rusak dan menghambat aktivitas sehari-hari seperti bekerja, sekolah, dan aktivitas lainnya,” ungkap Hendra.

Melalui surat terbuka ini, Hendra menyampaikan perkembangan terburuk dalam sejarah pembangunan Infrastuktur jalan di Desa Perhutaan Silau menuju Desa Taman Sari Kecamatan Pulo Bandring Kabupaten Asahan.

“Sekali lagi ini bukan bagian mengeluh, hal ini kami sampaikan kepada Bupati Asahan dan Bapak/Ibu DPRD Asahan karena ini merupakan dari hak kami sebagai rakyat kecil dan dilindungi oleh konstitusi serta tidak mengurangi rasa hormat dan mengganggu kebijakan yang dikeluarkan oleh Pemerintahan Kabupaten Asahan mengenai rencana perbaikan ruas jalan menuju Desa Taman Sari Kecamatan Pulo Bandring Kabupaten Asahan. Bayangkan dan rasakan oleh Bupati Asahan dan Bapak/Ibu DPRD Asahan ketika membawa ibu hamil dan orang sakit melewati ruas jalan Taman Sari menuju Perhutaan Silau yang rusak parah, kalau saya kasian pak melihatnya,” ujarnya.

Lanjutnya, di Desa Perhutaan Silau menuju Taman Sari misalnya, merupakan ruas jalan yang paling parah tingkat kerusakannya, dan jalan ini akses untuk menuju ke sekolah, pasar, rumah sakit, Polsek Kisaran dan kantor kecamatan Pulo Bandring.

“Jangan sampai cita-cita anak-anak Desa Taman Sari terputus karena buruknya infrastuktur jalan yang mereka lewati. Melihat, mendengarkan, sabar dan patuh terhadap peraturan yang dikeluarkan oleh pemerintah, kami masyarakat Desa Taman Sari Kecamatan Pulo Bandring Kabupaten Asahan sudah menjalankannya dengan baik melalui retribusi pajak yang kami bayarkan kepada pemerintah, dan sekarang apa yang pemerintah bisa berikan kepada rakyat utamanya ruas jalan menuju Desa Taman Sari Kecamatan Pulo Bandring Kabupaten Asahan,” katanya.

Hendra juga mengatakan, warga pun tidak memaksakan untuk sepenuhnya kepada Bupati Asahan dan Bapak/Ibu DPRD Asahan, yang mengatur kebijakan arah pembangunan jalan Perhutaaan Silau menuju dan Desa Taman Sari Kecamatan Pulo Bandring Kabupaten Asahan harus kemana.

“Dan paling tidak kami sebagai rakyat kecil sudah berusaha menjadi terpimpin dan jangan salah kan kami masyarakat Desa Taman Sari Kecamatan Pulo Bandring Kabupaten Asahan mengambil caranya sendiri,” ujarnya.

Hendra juga menyammpaikan masyarakat Desa Taman Sari Kecamatan Pulo Bandring Kabupaten Asahan mengajak Bupati Asahan dan jajarannya untuk diskusi dan rapat di tengah jalan banjir dan berlumpur agar bisa menjadi solusi terbaik akan permasalahan infrastuktur jalan Desa Taman Sari menuju Perhutaan Silau Kecamatan Pulo Bandring Kabupaten Asahan terselesaikan.

“Sanggup atau tidak Pemerintah Kabupaten Asahan tinggal ajak bicara baik-baik rakyat Desa Taman Sari Kecamatan Pulo Bandring Kabupaten Asahan di dalam penyelesaiannya,” ujarnya. (Niko)

Print Friendly, PDF & Email
X
English English Indonesian Indonesian Malay Malay
%d blogger menyukai ini:
Enable Notifications    OK No thanks