13 April 2024

Kepala DPKP Pekanbaru, Burhan Gurning. (Foto: Ades)

PEKANBARU – Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (DPKP) Kota Pekanbaru, menganggarkan pembangunan dua Pos Damkar pada tahun 2025 mendatang. Pembangunan dua Pos Damkar ini direncanakan berada di dua kecamatan berbeda.

Kepala DPKP Kota Pekanbaru Burhan Gurning mengatakan, apabila disetujui maka tahun 2025 mendatang, Pemko Pekanbaru akan menambah dua Pos Damkar untuk mengantisipasi kebakaran lebih efektif dan efisien.

“Kalau tidak ada halangan tahun depan kita bisa bangun dua Pos Damkar,” kata Burhan Gurning, Senin (25/3/2024).

Ia menjelaskan, pembangunan pos tersebut bertujuan untuk mempercepat penanganan kebakaran yang terjadi di setiap kecamatan di Kota Pekanbaru.

“Dua pos yang akan dibangun tersebut berada di Kecamatan Tuah Madani dan di Kecamatan Lima Puluh. Saya sudah anggarkan untuk tahun 2025 mendatang,” terang Burhan Gurning.

Ia menuturkan, idealnya semuanya kecamatan di Kota Pekanbaru ini harus punya Pos Damkar sesuai dengan standar pelayanan minimal yang harus diberikan pemerintah kepada masyarakat.

Namun, kenyataannya saat ini hal tersebut belum terpenuhi. Masih ada kecamatan yang belum memiliki Pos Damkar. Saat ini hanya ada 9 pos dari 15 kecamatan yang ada.

Dengan begitu dirinya berharap berangsur-angsur standar pelayanan yang diberikan kepada masyarakat bisa diberikan.

Kemudian juga, seharusnya masing-masing kecamatan itu harus stanby dua unit mobil Damkar, tetapi saat ini masing-masing kecamatan itu hanya memiliki 1 unit mobil Damkar.

“Kita berharap semuanya kecamatan itu terpenuhi. Untuk kecamatan Tuah Madani dan Lima Puluh sangat mendesak karena jumlah penduduknya luar biasa. Kenapa di dua kecamatan itu diprioritaskan, karena melihat kebutuhan tersebut, kerena jumlah penduduknya juga,” jelasnya.

Untuk itu, dirinya berharap kedepannya bisa berjalan dengan baik, dan pelayanan yang diberikan kepada masyarakat bisa semakin maksimal. Selain itu, kendala yang dialami oleh Damkar Kota Pekanbaru adalah jumlah personil yang masih kurang. Termasuk juga jumlah armada dan pos-pos yang masih kurang. (Ades)

Print Friendly, PDF & Email

Related News