free website hit counter

Bupati Inhil Bersama Gubernur Riau Bahas Perkembangan Harga Barang

Potret24.com, TEMBILAHAN – Pemerintah Provinsi Riau kembali melakukan kegiatan rutin mingguan, yakni Video Conference (Vidcon) bersama Pemerintah Kabupaten/ Kota se-Provinsi Riau.

Dipimpin oleh Gubernur Riau, Drs H Syamsuar MSi, Vidcon kali ini membahas perkembangan harga berbagai komoditas di masing-masing Kabupaten/ Kota, Senin (18/05/2020).

Pada kesempatan itu, Bupati Indragiri Hilir (Inhil), Drs HM Wardan MP menyampaikan bahwa harga berbagai komoditas di Kabupaten Inhil, khususnya pada Bulan April 2020 secara umum mengalami kenaikan.

Berdasarkan hasil pantauan di Kota Tembilahan terjadi inflasi sebesar 0,43 persen dengan indeks harga sebesar 104,03 persen. Di mana tingkat inflasi 1,13 persen. Tingkat inflasi tahun ke tahun di Bulan April tercatat sebesar 2,63 persen.

“Dapat kami sampaikan bahwa terjadinya inflasi ini disebabkan karena adanya kenaikan harga yang ditunjukkan oleh sebagian besar indeks kelompok pengeluaran makanan, minuman, tembakau, perlengkapan, peralatan dan pemeliharaan rutin rumah tangga, informasi, komunikasi, dan keuangan,” papar Bupati.

Kelompok yang megalami deflasi, imbuhnya, ialah listrik, air, dan transportasi. Sementara komuditi penyumbang inflasi terbesar yaitu emas, terjadi kenaikan 0,3 persen.

“Ketersediaan/ stok ketahanan pangan di Bulog Cabang Tembilahan menghadapi Idul Fitri di antaranya; beras 686.401 kg, tepung terigu 1.840 kg, gula 10 ribu kg, minyak goreng 2.568 liter, dab telur ayam 1.400 papan,” terangnya.

Bupati menambahkan, harga untuk kelompok pakaian dan alas kaki, kesehatan, rekreasi, olahraga dan budaya, pendidikan terbilang stabil. Berdasarkan hasil monitoring, harga sembako, BBM, dan gas juga masih dalam kondisi stabil.

Pemimpin Negeri Hamparan Kelapa Dunia ini menjelaskan pula berbagai upaya yang telah dilakukan Pemkab Inhil dalam memenuhi kebutuhan pokok bagi masyarakat.

“Yang pertama menjamin kelancaran transportasi barang yang masuk dari daerah tetangga baik dari jalur darat dan laut. Kemudian penyediaan infrastruktur masih dalam keadaan aman dan terkendali. Stabilitas harga dilakukan pemantauan dan evaluasi,” urainya.

Namun demikian, diakui Bupati, Kabupaten Inhil mengalami kekurangan bawang merah di tingkat distributor. oleh sebab itu, dirinya berharap kepada Pemprov Riau untuk memfasilitasi agar adanya impor bawang merah ke Kabupaten Inhil.

“Untuk produksi padi, pada Bulan Maret sampai Juni 2020 ada 15.083 hektar, produktivitas mencapai 0,04 ton. Maka kebutuhan pangan pokok beras mencukupi selama 6 bulan untuk masyarakat Inhil,” ujar Wardan.

Selain beras, disebutkannya bahwa di Kabupaten Inhil memiliki komoditas pokok lain sebagai alternatif, yaitu jagung, ubi kayu, ubi jalar, dan sagu.

Dari hasil laporan Bupati, Gubernur menyimpulkan bahwa Inhil memiliki lahan terluas di Provinsi Riau.

Dan dari berbagai komoditas yang ada, dirinya berharap agar alternatif pangan pokok lain dapat dijadikan komoditas unggulan sebagai pengganti beras.

“Riau punya sumber pangan sagu yang besar dari Kepulauan Meranti dan Inhil, ini bisa jadi andalan kita selain beras,” pungkasnya. (adv)

Print Friendly, PDF & Email

%d blogger menyukai ini:
Enable Notifications OK No thanks