22 Juli 2024

Potret24.com, PEKANBARU – Imperial KTV Grand Central Hotel Pekanbaru akhirnya disegel, Selasa (27/10/2020). Tempat karaoke itu diduga menyalahi Perda Kota Pekanbaru Nomor 03 Tahun 2002 tentang hiburan umum.

Tim gabungan, Polresta, Satpol PP dan Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) turun ke lokasi. Mereka menempel stiker, tanda tempat hiburan itu disegel dan ditutup.

Menanggapi hal tersebut Sekretaris Majelis Ulama Indonesia (MUI) Riau, Zulhusni Domo mengakui bahwa saat ini tempat hiburan malam di Pekanbaru semakin merajalela. Terlebih saat ini peredaran narkoba, perjudian serta minuman beralkohol dan juga wanita penghibur dengan mudah dijumpai.

“Kita (MUI) mendesak Pemerintah Kota Pekanbaru menertibkan tempat hiburan malam, terlebih lagi di tempat hiburan malam ini ada peredaran narkoba, minuman beralkohol dan juga wanita penghibur serta perjudian. Karena maksiat ini mengundang datangnya bencana,” ujar Zulhusni Domo, Kamis (29/10/2020).

Lanjut pria yang akrab disapa Ustaz Domo ini menyebutkan, tempat hiburan saat ini bukan hanya tempat para orang tua saja.

Melainkan para pemuda yang notabene menjadi penerus bangsa juga terjebak dalam hiburan malam ini.

Selain itu Ustaz Domo juga mengkritik slogan Kota Pekanbaru yang dijuluki Kota Madani, karena jika diartikan Kota Madani adalah Kota Madinah yang mana Kota Madinah meskipun tak semua penduduknya beragama muslim namun di bawah kepemerintahan Islam menjadi kota yang aman, damai dan Rahmatan Lil Al-Amin.

“Jadi Pekanbaru ini harus dijaga dari tempat hiburan malam dan peredaran narkoba atau yang berbau maksiat lainnya,” pungkasnya.

Sementara itu terkait lokasi perjudian besar di Jalan Setia Budhi ujung seharusnya jadi perhatian pejabat terkait di Kota Pekanbaru.

Lokasi perjudian yang informasinya memiliki izin yang dikeluarkan DPMPTSP Kota Pekanbaru dengan nyata telah menampar pipi Pemko Pekanbaru secar berani.

“Pipi dah ditampar dengan aktivitas perjudian yang terang-terangan. Kenapa Pemko Pekanbaru tidak bertindak. Sangat aneh dan perlu dipertanyakan terkait angpaunya,” kata warga setempat, Ny Isnaini kepada potret24.com.

Kami ini, warga di sekitar lokasi perjudian sudah sangat resah.

“Selain aktivitasnya selalu dibuka hingga dinihari, keributan dan hiruk pikuknya juga mengganggu istirahat warga,” katanya menambahkan.

Dirinya berharap Pemko Pekanbaru segera mengevaluasi terkait perizinan lokasi perjudian di sekitar tempat tinggalnya tersebut.

“Sebaiknya izin mereka dicabut saja. Selain mengganggu istirahat warga. Aktivitas perjudian tersebut juga sangat rentan keributan,” tegasnya lagi. (gr/ckp)

Print Friendly, PDF & Email

Related News