free website hit counter

Belasan Buruh Mengadu ke Disnaker Riau, Merasa  Diperlakukan Tak Manusiawi oleh Perusahaan Sawit

Potret24.com – Belasan buruh harian lepas mendatangi Kantor Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertran) Provinsi Riau, guna melapor hak-hak buruh yang tidak dipenuhi perusahaan. Laporan tersebut mengenai kecelakaan kerja yang dialami beberapa orang pekerja buruh selama bekerja di berbagai perusahaan kelapa sawit di Riau.

Salah satu buruh korban kecelakaan kerja yang mengalami mata buta sebelah kanan Velyanus Gulo (48) mengatakan, ia mengalami kecelakaan kerja akibat tertimpa buah sawit PT ISS Pelalawan.

“Dulu saya tertimpa buah sawit saat panen pada perusahaan di Kabupaten Pelalawan. Kejadiannya Desember 2020 lalu. Buah sawit yang jatuh mengenai kepala, pelipis mata dan leher. Bekas luka masih ada di kepala saya ini,” katanya, dilansir dari cakaplah.

Dia mengatakan, pihak perusahaan tidak bertanggungjawab kepada dirinya. Korban mengaku berobat sendiri dalam kondisi bersimbah darah. Dimana perusahaan tidak ada membantu biaya pengobatan di rumah sakit. Korban setelah itu berobat tradisonal. Namun, matanya tak kunjung sembuh.

“Dalam kondisi sakit, saya disuruh tetap bekerja sama perusahaan. Tidak ada belas kasihan, dan manusiawi. Kalau tidak bekerja tidak diberi upah, dan akan dikeluarkan dari perusahaan tanpa pesangon. Saya bukan orang yang malas, tapi karena sakit makanya saya belum sanggup bekerja,” ungkapnya.

Tak hanya Velyanus, kecelakaan kerja juga dialami istri dari Libertus (33) bernama Imelda Fatillina Halawa (44). Istrinya itu mengalami mata rusak akibat terkena pupuk kimia, sehingga tak bisa melihat secara normal.

“Saya sama istri buruh di perkebunan kelapa sawit di PT THIP Kabupaten Indragiri Hilir, Riau. Pada Februari 2020, mata sebelah kiri istri saya kena pupuk kimia sehingga alami gangguan penglihatan,” kata Libertus.

Ketua Umum Serikat Pekerja Riau, Anton yang mendampingi para buruh mengatakan, jika para buruh ini merupakan korban dari dokter penasehat yang ditunjuk oleh Menteri Tenaga Kerja (Menaker).

“Dokter penasehat selalu memvonis setiap buruh yang mengalami kecelakaan kerja mengeluarkan hasil pemeriksaan medis yang diberikan kepada pengawas Dinas Tenaga Kerja bukan akibat kecelakaan kerja. Sehingga, pengawas Dinas Tenaga Kerja Riau rancu membuat penetapan,” kata Anton.

“Sudah banyak yang jadi korban ulah dokter penasehat itu. Padahal, saudara Velyanus (buruh) itu sampai matanya buta ditimpa buah sawit, ada yang kena racun rumput dan sebagainya,” tambahnya.

Anton mengatakan, para buruh yang mengalami kecelakaan kerja itu tidak mendapatkan hak dalam hal biaya pengobatan.

“Perusahaan tidak mau bertanggung jawab, karena mereka beralasan bukan kecelakaan kerja sesuai surat penetapan medis yang dikeluarkan dokter penasehat itu. Kami menduga ini ada permainan antara perusahaan dan dokter itu,” terangnya.

Menanggapi keluhan para buruh yang jadi korban, Kepala Bidang Pengawas Ketenagakerjaan Disnakertran Riau, Heru Hariprayitno mengatakan, pihaknya akan menindaklanjuti keluhan tersebut.

“Kami dari Disnakertran Riau akan dudukkan masalah ini. Akan kami inventarisasi dan pengecekan terhadap keluhan pekerja ini,” kata Heru.

Heru menjelaskan, para buruh ini sebelumnya sudah menyampaikan pengaduan ke Disnakertrans Riau, dan sudah ditindaklanjuti.

“Ada yang dilaporkan kejadian tahun 2021 lalu, sudah kami tindaklanjuti. Pengawas sudah turun ke perusahaan dan sudah selesai. Tapi, mungkin mereka datang lagi karena tidak ada kepuasan. Mereka merasa belum mendapatkan haknya. Tapi kalau hasil penetapan kita tidak sesuai harapan, sebenarnya bisa lakukan banding ke Kemenaker langsung,” katanya.

Sedangkan terkait keluhan terhadap dokter penasehat yang mengeluarkan surat penetapan hasil medis, Heru menyebut itu kewenangan Kementerian Ketenagakerjaan.

“Tapi, yang jelas hasil dari pertemuan dengan pekerja ini, akan disampaikan kepada kepala dinas kami, dan untuk tindakan selanjutnya kita menunggu arahan pimpinan,” tukasnya.

Print Friendly, PDF & Email
%d blogger menyukai ini:
Enable Notifications    OK No thanks