Batu Meteor Jatuh di Tapanuli Tengah Laku Rp 26 M - Cerdas - Kritik - Tajam

Batu Meteor Jatuh di Tapanuli Tengah Laku Rp 26 M

Batu meteor yang ditemukan warga Tapanuli Selatan

Potret24.com, Jakarta – Masih ingat dengan berita seorang warga Sumatera Utara yang membuat heboh karena menyebut rumahnya ditimpa meteor? Pria itu kini dilaporkan kaya mendadak setelah batu meteor yang menimpa rumahnya pada Agustus lalu, telah dibeli dengan harga fantastis oleh seorang kolektor asal Amerika Serikat.

Pria itu bernama Josua Hutagalung. Dia menyatakan rumahnya yang terletak di Dusun Sitambarat, Kolang, Tapanuli Tengah (Tapteng), ditimpa batu meteor pada Sabtu, 1 Agustus lalu, pukul 16.30 WIB.

“Iya benar, kejadiannya ada meteor jatuh,” kata Josua kepada wartawan saat itu.

Pemilik usaha peti mati ini mengungkapkan awalnya ia mendengar suara riuh di langit saat ia berada di belakang rumahnya. Tidak berselang lama, dentuman keras pun terdengar tepat di samping rumahnya.

Saat dicek, atap rumahnya antara ruang tengah dan dapur sudah bolong.

Setelah dicek, dia mendapati tanah di rumahnya sudah berlubang sedalam lebih-kurang 15 sentimeter atau seukuran sejengkal orang dewasa. Tanah sekitar lubang itu, menurutnya, juga tampak mengering.

Sejumlah media Inggris seperti The Sun memberitakan pada Selasa (17/11) bahwa batu meteor itu dibeli seorang kolektor dari Amerika Serikat dengan harga 1,4 juta poundsterling (sekitar Rp 26 miliar).

Menurut The Sun, setelah analisis, meteorit tersebut diklasifikasikan sebagai CM1/2 karbonan Chondrite, varietas yang sangat langka yang diyakini para ilmuwan mengandung asam amino unik dan elemen primordial lain yang diyakini menjadi benih kehidupan di awal tata surya.

Seperti diberitakan The Sun dalam artikelnya yang berjudul”DEAD LUCKY Indonesian coffin maker becomes instant millionaire after £1.4million SPACE ROCK crashes through his roof”, seorang ahli meteorit Jared Collins, yang berbasis di Bali, dikirim oleh kolektor AS bernama Jay Piatek untuk mengamankan meteorit langka tersebut, sekaligus melakukan negosiasi harga.

“Ponsel saya menyala dengan tawaran gila bagi saya untuk naik pesawat dan membeli meteorit itu,” ujar Collins.

Itu terjadi di tengah-tengah krisis COVID dan terus terang itu terjadi antara membeli batu untuk diri saya sendiri atau bekerja dengan ilmuwan dan kolektor di AS,” imbuhnya.

“Saya membawa uang sebanyak yang saya bisa kumpulkan dan pergi mencari Josua, yang ternyata adalah negosiator yang cerdik,” tuturnya.

Collins kemudian mengirimkan batu luar angkasa itu ke Amerika Serikat, yang dibeli oleh seorang kolektor AS yang menyimpannya dalam nitrogen cair di Pusat Studi Meteorit di Arizona State University.

Media Inggris lainnya, Daily Mail juga memberitakan terjualnya batu meteor tersebut dalam artikel bertajuk

“Indonesian man becomes an instant millionaire as meteorite worth £1.4m crashes through his roof”. (gr)

Print Friendly, PDF & Email
X
%d blogger menyukai ini:
Enable Notifications    OK No thanks