free website hit counter

Arkeolog Temukan Mata Uang Pertama di Negeri Syam

Potret24.com – Tim arkeolog Israel menemukan bukti paling awal kepingan perak yang diguna sebagai mata uang di daerah Syam, tempat Nabi Muhammad dulu pernah berdagang.

Di daerah Syam wilayah di sebelah barat Arab Saudi yang saat ini meliput wilayah Libanon, Palestina, Yordania dan Suriah, serta Libanon. Kepingan perak diketahui ini berusia lebih dari 3.600 tahun, sekitar 500 tahun lebih perkiraan sebelumnya.

“Ini bukti paling awal dari timbunan kepingan perak,” ujar Dr Tzilla Eshel dari Univeristas Haifa kepada the Times of Israel.

Menurut arkeolog dari Universitas Haifa dan Universitas Ibrani, kepingan perak yang ditemukan saat penggalian di sekitar Israel dan Jalur Gaza ini berasal dari Zaman Perunggu Tengah. Benda tersebut dikatakan berasal dari daerah Anatolia atau sekitar Yunani kuno.

“Ini artinya kita menyaksikan bukti pertama bahwa ada aktivitas jual beli benda logam yang berlangsung cukup lama di antara wilayah Syam dan Anatolia, saat itu berarti 1.700 tahun sebelum Masehi,” kata Eshel, seperti dilansir the Times of Israel, Ahad (8/1).

Penemuan yang dipublikasikan di Jurnal Sains Arkeologi ini memperlihatkan kota-kota kuno di daerah itu sudah cukup berkembang maju dalam menjalin hubungan dagang atau perekonomian lokal, jauh lebih lama dari perkiraan sebelumnya.

“Penggunaan perak sebagai mata uang menandakan suatu masyarakat yang sudah memakai timbangan dan menulis transaksi jual beli,” jelas Eshel, dikutip dari RMOL.id.

Orang-orang di Syam belum mulai memakai koin yang dicetak sampai hampir seribu tahun setelah kepingan perak ini digunakan sebagai mata uang, kata peneliti. Kepingan perak ini dijadikan mata uang setelah menimbang logam berharga yang akan ditukar.

“Sebelum ada koin, ada semacam bentuk awal koin. Bahkan sebelum orang memakai koin, mereka memakai perak yang dihancurkan menjadi kepingan lalu menimbangnya di neraca atau timbangan,” kata Kepala Otoritas Purbakala Israel Departemen Koin Donald ariel kepada the Times of Israel dalam wawancara 2020 silam.

Kumpulan kepingan perak itu disebut hacksilber, istilah bahasa Jerman yang berarti perak dipotong-potong dengan berat tertentu. Tim peneliti menyatakan, bukti ditemukannya banyak kumpulan hacksilber di daerah Tanah Suci–terkadang ada di dalam pot tanah liat atau terbungkus kain–menandakan benda itu cukup banyak digunakan.

Bahkan mata uang yang yang disebut dalam Alkitab yaitu “shekel” awalnya adalah ukuran berat. Menurut bangsa Babilonia, 1 shekel beratnya sekitar 16,83 gram.

Pada waktu itu tidak ada tambang perak di daerah Syam, jadi peneliti mencari tahu dari mana benda itu berasal. Dengan uji isotop yang menganalisis komposisi kimia dari perak maka peneliti bisa mencocokkannya dengan tambang perak yang berada di daerah Anatolia atau saat ini adalah Turki. **

Print Friendly, PDF & Email

%d blogger menyukai ini:
Enable Notifications OK No thanks