free website hit counter

AMPR Desak Copot Kadiskes Pekanbaru, M Noer Bisa Saja Dinonaktifkan

Potret24.com, PEKANBARU – Aliansi Mahasiswa dan Pemuda se-Provinsi Riau (AMPR) mendesak Pemerintah Kota (Pemko) Pekanbaru mencopot M Noer MBS dari Kepala Dinas Kesehatan (Diskes).

Menanggapi itu, Walikota Pekanbaru Dr Firdaus MT melalui Kepala Bagian Humas Setda Kota Pekanbaru Mas Irba H Sulaiman mengatakan, dalam negara demokrasi bisa saja mahasiswa mengajukan tuntutan dan mosi tidak percaya seperti itu.

“Dari segi mahasiswa mereka juga kan selaku kontrol. Artinya mereka melihat kinerja segala macam. Jadi prinsipnya walikota menampung saja,” kata Irba.

Ia menyebut, bisa saja mahasiswa melakukan itu karena melihat ada terjadi hal-hal seperti ini dalam penanganan Covid-19, leading sektornya malah tidak aktif.

“Jadi mereka (mahasiswa) meminta pak wali untuk evaluasi. Mungkin dengan evaluasi itu karena dianggap tidak cocok bisa aja menonaktifkan,” jelasnya.

Lanjutnya, tuntutan atau pun aspirasi dari mahasiswa ini akan diteruskan ke Inspektorat sebagai instansi yang mengawasi internal termasuk masalah Aparatur Sipil Negara (ASN).

“Ada pembahasan internal. Aspirasi ini oleh pak wali akan diteruskan ke Inspektorat,” jelasnya.

Berita sebelumnya, AMPR melayangkan mosi tidak percaya kepada Kepala Dinas Kesehatan (Kadiskes) Kota Pekanbaru, M Noer yang dinilai gagal dalam menangani pandemi Covid-19 di Pekanbaru.

“Kami mengecam keras segala bentuk manipulasi dan komersialisasi penambahan kematian angka Covid-19 di Provinsi Riau, khususnya Kota Pekanbaru,” sebutnya.

AMPR tidak hanya melayangkan mosi tidak percaya, namun juga meminta Walikota Pekanbaru untuk segera mencopot M Noer dari jabatan yang diembannya saat ini. Riski menegaskan ada beberapa poin kenapa AMPR meminta walikota untuk segera mencopot M Noer.

Pertama AMPR kecewa dengan keputusan dari mantan Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Pekanbaru ini yang lebih memilih cuti panjang selama tiga bulan ketimbang menyelesaikan permasalahan Covid-19 di Pekanbaru. Yang mana selain BPBD, Diskes juga ujung tombak penanganan Covid-19.

“Yang kedua M Noer tidak atau bukan orang yang tepat dalam bidang kesehatan, selanjutnya pernyataan M Noer sangat melukai perasaan dari keluarga korban. Yang mana M Noer mengatakan yang meninggal karena Covid-19 adalah Wirsamsiwarli yang mana merupakan adik kandung dari Wirsamsiwarti sehingga ada kemiripan data, namun pada kenyataanya ibu Wirsamsiwarli hingga saat ini masih sehat,” jelasnya.

Dari kesalahan data tersebut, Riski menilai M Noer tidak mau bertanggung jawab dan justru malah menjadikan Puskesmas Karya Wanita sebagai kambing hitam dari permasalahan ini.

“Kami Aliansi Pemuda dan Mahasiswa se-Provinsi Riau menyatakan mosi tidak percaya kepada Dinas Kesehatan Kota Pekanbaru dan Provinsi Riau,” pungkasnya. (ckp)

Print Friendly, PDF & Email
%d blogger menyukai ini:
Enable Notifications    OK No thanks