PEKANBARU – Sekretaris Daerah Provinsi (Sekdaprov) Riau, Syahrial Abdi, menegaskan bahwa konsistensi dan penguatan kelembagaan menjadi kunci utama keberhasilan program GREEN for Riau Initiative. Hal ini disampaikan saat membuka Asesmen Kapasitas dan Kompetensi Jurisdictional REDD+ di Kantor Bappeda Provinsi Riau, Senin (2/3/2026).
Kegiatan ini merupakan bagian dari evaluasi menyeluruh untuk mengukur kesiapan kelompok kerja (Pokja) dan sekretariat tim koordinasi dalam menjalankan agenda mitigasi perubahan iklim di Bumi Lancang Kuning.
“Asesmen ini adalah bagian dari perjalanan evaluasi kita. Kepala daerah telah menunjukkan komitmen kuat di berbagai forum internasional, dan Riau termasuk daerah yang paling siap melaksanakan program ini di Indonesia,” ujar Syahrial Abdi dalam arahannya.
Dua Catatan Penting Sekdaprov
Meski dinilai siap, Syahrial memberikan dua catatan kritis yang harus segera ditindaklanjuti oleh seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di lingkungan Pemprov Riau:
-
Penguatan Kelembagaan: Penataan struktur organisasi GREEN for Riau harus lebih mapan, termasuk konsistensi dalam pelaporan setiap kegiatan agar progresnya terukur secara nyata.
-
Sinkronisasi Jadwal dan Peran: Koordinasi, integrasi, dan sinkronisasi program harus berjalan sesuai jadwal yang disepakati. Syahrial meminta agar tidak ada pergeseran peran atau pemimpin kegiatan yang dapat menghambat rangkaian kerja berikutnya.
Instruksi untuk Kepala OPD dan PIC
Syahrial juga menginstruksikan seluruh Kepala OPD untuk memahami substansi program GREEN for Riau secara mendalam. Ia menekankan agar Pejabat Penghubung (Person in Charge/PIC) yang telah ditunjuk diberikan ruang khusus dan tidak diganti-ganti, guna menjaga keberlanjutan pemahaman dalam setiap forum pembahasan.
“Kami di Sekretariat Daerah berperan sebagai fasilitator untuk memastikan seluruh proses berjalan partisipatif, transparan, dan selaras dengan kebijakan nasional. Kami juga bertugas menjembatani komunikasi antara Pemerintah Provinsi Riau dan Pemerintah Pusat terkait agenda REDD+ ini,” tegasnya.
Melalui asesmen ini, Pemprov Riau berharap terbangun kolaborasi yang didasari oleh perspektif yang sama di antara seluruh pemangku kepentingan, sehingga visi Riau Hijau dapat diimplementasikan dengan aksi nyata yang berdampak pada pelestarian lingkungan dan kesejahteraan masyarakat.(Adv)












